riau24 Cerita Ibu Tua Pukul Kepala Pendemo yang Kencingi Rumput | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Cerita Ibu Tua Pukul Kepala Pendemo yang Kencingi Rumput

1
Berita Riau -  Cerita Ibu Tua Pukul Kepala Pendemo yang Kencingi Rumput

Jakarta, Riau24.com - Maryati atau biasa dipanggil Tuti (54) telah bekerja selama 17 tahun merawat taman-taman di kawasan Ring I Istana Negara, Jakarta.

Tuti bercerita, pada tahun 1989 ia ditempatkan menjaga taman di belakang Istana Negara oleh Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Pusat. Pada tahun 2011, Tuti dipindah untuk memastikan taman di sepanjang median Jalan Medan Merdeka Selatan, dari depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Balai Kota DKI, hingga Wisma Antara, selalu terlihat indah.

"Saya kerja bertiga. Ada yang tugasnya memotong rumput pakai mesin, ada yang menyapu jalan, dan ada saya yang merawat tanaman-tanaman," ujar Tuti yang ditemui usai jam kerjanya berakhir, di taman seberang Wisma Antara, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Maret 2016.

Tuti bekerja bersama timnya hampir setiap hari mulai pukul 06.00 WIB. Bila taman sudah dipastikan terjaga keasriannya, maka antara pukul 12.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB, Tuti bisa pulang ke rumah kontrakannya di Pondok Gede, Jakarta Timur, untuk menemui tiga anak dan dua cucunya.

Tuti paling kesal bila di hari kerjanya, ada aksi unjuk rasa yang menyasar kantor-kantor pemerintah di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan. Bukannya ia tidak menghargai kebebasan mengemukakan pendapat yang dijamin di Indonesia, namun para pengunjuk rasa, tak jarang merusak hasil kerja kerasnya di taman di sepanjang jalan itu.

"Kalau rumput diinjak sih biasa. Tapi ada yang lempar sampah ke tengah taman. Puntung rokok, segala dibuang. Ada juga yang suka kencing," ujarnya.

Tuti mengatakan, hal itu menjadi penyebabnya gusar kemarin. Ia mendapati seorang pengemudi angkutan umum yang tengah bergabung dalam aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Balai Kota, mengencingi salah satu karung berisi bibit rumput yang siap ditanam.

"Selain udah injak-injak rumput (yang sudah ditanam), rumput yang di dalam karung dikencingi sampai mati," ujar Tuti.

Terpancing emosi, Tuti membentak pengunjukrasa itu. Gagang sapu di tangannya juga melayang memukul kepala si pengunjukrasa.

"Teman saya yang laki-laki segan. Tapi karena saya ibu-ibu, orang yang kencing takut sama saya," ujar Tuti.

Aksi Tuti itu ternyata terlihat seorang staf Dinas Komunikasi, Informatika, dan Kehumasan DKI yang tengah memantau aksi unjuk rasa. Ia melakukan pelaporan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Keesokan harinya, Ahok, sapaan akrab Basuki, meminta petugas pengamanan dalam (pamdal) Balai Kota mencari Tuti. Tuti ditemui Ahok dan diajak ke ruang kerjanya. Ia juga dihadiahi sebuah telepon pintar agar bisa melakukan pelaporan bila taman-taman yang menjadi tanggung jawabnya kembali dirusak pengunjukrasa.

"Pak Ahok berterima kasih karena saya berani usirin pendemo (yang merusak taman). Tadi saya diajak makan soto sama sate sama Pak Ahok. Saya deg-degan ketemu Pak Ahok. Orangnya ternyata baik, enggak kayak di TV kerjanya ngomel-ngomel," ujarnya.



R24/dev/viv 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Kamis, 16 November 2017 08:50 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/lWQKb4j.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru