riau24 Jikalahari Tantang Kapolda Riau Baru Tetapkan 16 Tersangka Karlahut dalam 100 Hari Kerja | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Jikalahari Tantang Kapolda Riau Baru Tetapkan 16 Tersangka Karlahut dalam 100 Hari Kerja

0
Berita Riau -  Jikalahari Tantang Kapolda Riau Baru Tetapkan 16 Tersangka Karlahut dalam 100 Hari Kerja

Pekanbaru, Riau24.com- Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mendorong Kapolda Riau baru, Brigjen Pol Supriyanto untuk segera menetapkan 16 korporasi sebagai tersangka Karlahut 2015 dalam rentang 100 hari kerja Polda Riau.

Pada saat dilantik di Jakarta beberapa hari lalu, Supriyanto juga mengemban amanat dari Kapolri Badrodin Haiti yaitu menuntaskan kasus Karlahut, illegal loging dan penyeludupan barang yang masuk melalui Riau.

"Perintah Kapolri sudah jelas, dalam 100 hari kerja, Supriyanto tunjukkan aksi nyata dengan tetapkan 16 korporasi sebagai tersangka," ungkap Koordinator Jikalahari, Woro Supartinah, Jumat (25/3/2016).

Jikalahari meyakini jika Kapolda Riau berani mengambil langkah tegas untuk menangani persoalan ini, akan ada perbaikan dalam penegakan hukum di Riau. Hal ini pun akan menjadi momok bagi para perusahaan untuk merusak lingkungan.

"Namun jika Kapolda tidak bertindak dalam 100 hari kerjanya, kami meminta Presiden Joko Widodo dan Kapolri untuk memecat Kapolda Riau Brigjen Supriyanto," ujar Woro.

Hal itu sesuai dengan pernyataan Kapolri pada saat pelantikan Kapolda Riau. Jika Supriyanto gagal menjalankan tugasnya, Kapolri mengancam akan ada konsekuensi bagi Jenderal bintang satu tersebut, khususnya dalam penanganan kasus Karlahut.

Begitu juga dengan arahan Presiden Joko Widodo pada Rakornas penanggulangan Karlahut, pejabat yang lahannya terbakar semakin banyak maka akan diganti, sementara pejabat yang daerahnya baik dan tidak ada kebakaran lahan, akan dipromosikan.

Berdasarkan pantauan Jikalahari, sampai saat ini baru dua perusahaan sawit yang sedang diproses di meja hijau, yakni PT Langgam Inti Hibrido di PN Pelalawan dan PT Palm Lestari Makmur di PN Rengat.

"Kenapa baru dua perusahaan sawit yang disidangkan? Bagaimana dengan perusahaan HTI?" Katanya.

Pada tahun 2015 lalu, Karlahut melanda Riau dengan hebatnya. Dari kejadian ini, Polda Riau menyelidik 18 korporasi HTI dan sawit yang areanya terbakar. Diperoleh data, ada 11 perusahaan HTI dan 7 sawit diduga membakar lahan dan hutan di Riau.

Jikalahari menekankan, jangan sampai Polda Riau melakukan penghentian penyidikan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut. Sebab sudah ada rekam jejak terkait SP3 terhadap perusahaan HTI yang melakukan illegal loging.

"Pengalaman pahit di 2008 jangan sampai terulang. Ini akan membuktikan lemahnya penegakan hukum terhadap korporasi di Riau," pesan Woro kepada Brigjen Pol Supriyanto.

R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru