riau24 "Banyak Perusahaan di Pekanbaru tak Ikut BPJS Ketenagakerjaan" | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

"Banyak Perusahaan di Pekanbaru tak Ikut BPJS Ketenagakerjaan"

0
Berita Riau -
 
Pekanbaru, Riau24.com - Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekanbaru, Gigih Mulyo Utumo mengatakan bahwa saat ini masih banyak perusahaan beroperasi di Kota Pekanbaru belum daftarkan karyawannya. Padahal ini sangat jelas bisa merugikan perusahaan.
 
"Di Kota Pekanbaru ini, diketahui begitu banyak perusahaan. Data yang kami himpun itu ada sekitar seribuan. Baik berskala besar dan kecil maupun menengah. Tapi hal ini, belum semuanya perusahaan mendaftarkan pekerja di BPJS," kata Gigih Mulyo Utumo.
 
BPJS Ketenagakerjaan, katanya, harus ada kesadaran perusahaan mendaftarkan pekerjanya di BPJS ini, karena nanti akan membantu pengusaha itu sendiri, jikalau ada permasalahan ketenagakerjaan. Dan perlu diketahui, katanya, jika pekerja tidak didaftarkan, tentu ini ada sanksi pada perusahaan.
 
"Sampai saat ini, memang masih ada perusahaan belum daftarkan pekerja di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekanbaru. Namun, kami masih terus melakukan sosialisasi pentingnya mendaftarkan pekerja di BPJS ini," katanya. 
 
Dikesempatan itu, Gigih berharap agar BPT-PM Pekanbaru sebagai tempat pengurusan perizinan dari perusahaan, sekiranya bisa turut membantu dengan memberikan sanksi administratif kepada pihak perusahaan belum mendaftarkan pekerja di BPJS ketenagakerjaan.
 
"Kita minta BPT-PM Pekanbaru, agar turut mensosialisasikan ini dengan cara  memberikan sanksi layanan publik tertentu kepada perusahaan belum mendaftarkan pekerja di BPJS ketenagakerjaan. Dan selain itu juga diminta pada Disnaker kiranya juga membantu hal ini," katanya.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru