riau24 KY Diminta Jangan Jadi Kotak Surat Belaka untuk Seleksi Hakim Agung | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

KY Diminta Jangan Jadi Kotak Surat Belaka untuk Seleksi Hakim Agung

1
Berita Riau -  KY Diminta Jangan Jadi Kotak Surat Belaka untuk Seleksi Hakim Agung
 
Jakarta, Riau24.com - Komisi Yudisial (KY) kembali menggelar seleksi hakim agung 2016 dengan 86 orang yang lulus seleksi administrasi. Atas seleksi ini, KY diminta jangan hanya menjadi kotak surat belaka, tetapi berperan aktif dalam proses seleksi hakim agung mulai dari nol.
 
Peran aktif yang dimaksud adalah ikut meneliti dan membuat rekomendasi kebutuhan hakim agung di Mahkamah Agung (MA). KY diharapkan tidak hanya 'mengamini' permintaan MA soal kebutuhan hakim agung, tanpa bisa mengklarifikasi dan meneliti kebutuhan MA sesungguhnya.
 
"Kami tidak mau KY seperti kotak surat yang hanya menerima surat dari MA, melakukan seleksi lalu dibawa ke DPR. Yang kami mau, KY lebih aktif dalam melakukan penjaringan ke hakim-hakim potensial di daerah," kata peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Miko Ginting dalam jumpa pers di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jalan Diponegoro 74, Jakarta Pusat, Minggu (27/3).
 
Selama ini MA hanya mengajukan permintaan seleksi hakim agung ke KY berdasarkan hakim agung yang pensiun dan meninggal dunia. Tetapi menafikan kebutuhan hakim agung di masing-masing kamar. 
 
Sehingga kerap terjadi kegemukan di satu kamar, tetapi di kamar lain kekurangan hakim agung. Berdasarkan catatan Koalisi Pemantau Peradilan, berikkut beban perkara yang ada di MA di tahun 2015:
 
Kamar Perdata
Terdapat 15 hakim agung, dengan beban 7.756 perkara dan diputus 5.835 perkara
 
Kamar Pidana
Terdapat 16 hakim agung, dengan beban 6.559 dan diputus 5.032 perkara.
 
Kamar Agama
Terdapat 7 hakim agung, dengan beban 980 perkara dan diputus 979 perkara.
 
Kamar Militer
Terdapat 4 hakim agung, dengan beban 387 perkara dan diputus 299 perkara.
 
Kamar Tata Usaha Negara
Terdapat 7 hakim agung, dengan beban 2.720 perkara dan diputus 2.307 perkara.
 
Dari data di atas, KY lalu merumuskan kebutuhan hakim agung dan tidak langsung mengamini surat permohonan MA.
 
"Kami menyarankan KY melakukan chek and balances dan diskusi dengan MA, di mana KY harus cek berapa hakim agung yang dibutuhkan," kata peneliti Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan (LeIP), Liza Farihah di tempat yang sama. 
 
R24/rul/det
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Kamis, 16 November 2017 09:02 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/lWQKb4j.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru