riau24 YLKI Minta Ditertibkan Perizinan Depot Air Minum yang Menjamur | Berita Riau
Selasa, 19 Desember 2017

YLKI Minta Ditertibkan Perizinan Depot Air Minum yang Menjamur

2
Berita Riau -  YLKI Minta Ditertibkan Perizinan Depot Air Minum yang Menjamur
 
Pekanbaru, Riau24.com - Setakat ini, perkembangan akan depot air minum sudah menjamur demikian banyak. Kuat dugaan keberadaan depot tersebut, ada tidak memiliki perizinan sebagaimana mestinya. Yang diterbitkannya oleh instansi terkait. 
 
"Memang saat ini keberadaannya depot-depot air minum isi ulang di Riau, khususnya Kota Pekanbaru. Tampak dengan begitu menjamur pertumbuhannya. Bahkan, diduga depot tersebut ada tidak memiliki perizinan. Karena itu, diharapkan instansi terkait dapat melakukan pendataan," katanya.
 
Demikian diungkap oleh Direktur Operasional YLKI Riau, Sukardi, kepada wartawan, Senin (28/3) di Pekanbaru. Menurutnya, langkah pendataan tersebut sangat perlu, karena mengkonsumsi air minum tanpa perizinan yang jelas, tentu akan berdampak pada kesehatan konsumen nantinya.
 
"Menjamur akan usaha depot air minum isi ulang. Tanpa ada surat izin resmi diterbitkan oleh instansi terkait, itu ditakutkan berdampak kesehatan masyarakat. Disaat ini, gampangnya mendirikan depot air minum isi ulang. Maka, harus ada perlindungan konsumen. Dampak kesehatan," ujarnya.
 
Pengecekkan perizinanya depot-depot yang kini menjamur, sebut Sukardi, tentunya dengan tujuan menghindari terkonsumsi bakteri E.Coli. Sebab merupakan bakteri berbahaya bagi kesehatan. Kalau sekarang, katanya, memang tidak
terasa. Tapi ini, akan terasa nanti dimasa mendatang.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Rita
Senin, 28 Maret 2016 16:56 wib
banyak air yang dijual kadang tidak layak konsumsi masyarakat
Febiola
Senin, 28 Maret 2016 16:55 wib
betul tuh perhatikan izin-izinnya jangan sampai merugikan masyarakat
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru