riau24 Kelompok Abu Sayyaf yang Culik WNI di Kapal Lambung Brama Minta Tembusan Rp 15 Miliar | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Kelompok Abu Sayyaf yang Culik WNI di Kapal Lambung Brama Minta Tembusan Rp 15 Miliar

0
Berita Riau -  Kelompok Abu Sayyaf yang Culik WNI di Kapal Lambung Brama Minta Tembusan Rp 15 Miliar
Manila,Riau24.com- Sebanyak 10 WNI yang berada di kapal dengan nama lambung Brama berbendera Indonesia, diserang dan diculik oleh kelompok diduga Abu Sayyaf. Otoritas Filipina menyebut penculik minta uang tebusan.
 
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (29/3/2016), dua pejabat militer Filipina yang enggan disebut namanya, mengatakan kelompok militan Abu Sayyaf itu menuntut sejumlah uang tebusan untuk 10 WNI yang diculik.
 
Pejabat setempat mengatakan, kapal yang dibawa 10 WNI itu dibajak dan disandera dekat perbatasan Malaysia saat berlayar dari Indonesia menuju Filipina. Para WNI itu sempat menghubungi majikan mereka untuk memberitahu tentang pembajakan yang dialami, tapi lokasi tempat mereka disandera belum diketahui.
 
Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso membenarkan 10 WNI itu diculik oleh Kelompok Abu Sayyaf di Filipina.
 
"Betul terjadi pada hari Sabtu yang lalu," ujar Sutiyoso kepada detikcom, Senin (28/3/2016).
 
Berdasarkan informasi yang diperoleh, ada 10 WNI yang berada di kapal tongkang itu. Kelompok militan itu menyerang kapal yang kemudian berlanjut penyanderaan. 10 WNI ini dibawa dengan boat kelompok menyerang diduga ke Pulau Sulu atau Basilan. 
 
Sedangkan kapal tongkang itu sudah ditemukan dalam keadaan kosong oleh kepolisian Filipina di Tawi-tawi. Pihak penyerang sudah mengontak otoritas Filipina dan meminta tebusan sebesar Rp 15 miliar.
 
 
R24/adi/det
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru