riau24 La Nyalla Juga Diincar Kasus Korupsi Rumah Sakit | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

La Nyalla Juga Diincar Kasus Korupsi Rumah Sakit

1
Berita Riau -  La Nyalla Juga Diincar Kasus Korupsi Rumah Sakit

Jakarta, Riau24.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mencari bukti keterlibatan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattaliti dalam kasus korupsi di proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga, Surabaya. La Nyalla saat ini buron setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana hibah selaku Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur.

Pernyataan adanya penyelidikan atas jejak La Nyalla di proyek RS di Unair disampaikan Ketua KPK Agus Rahardjo di Auditorium KPK, Selasa, 29 Maret 2016. Dia merujuk kepada sejumlah penyidik KPK yang melakukan serangkaian penggeledahan di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, dua hari belakangan.

"Teman-teman dari KPK ke sana, untuk cari petunjuk terkait dugaan itu," ujar Agus. Penggeledahan dilakukan di kantor Pemuda Pancasila Jawa Timur di Surabaya dan kantor PT Pembangunan Perumahan di Sidoarjo.

Selain Ketua Umum PSSI dan Ketua Kadin Jawa Timur, La Nyalla adalah juga Ketua Pemuda Pancasila Jawa Timur. Adapun penggeledahan di PT Pembangunan Perumahan terkait perusahaan milik Muchmudah, isteri La Nyalla, yang jadi pemenang tender dalam proyek pembangunan rumah sakit di Unair.

Agus menuturkan, La Nyalla sudah pernah dimintai keterangannya dalam kasus ini pada 11 Maret tahun lalu. "Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama statusnya akan dinaikkan," ujarnya sambil menambahkan adanya kerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Pihak yang terakhir itu telah lebih dulu menetapkan La Nyalla sebagai tersangka di kasus korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur. Dalam kasus ini La Nyalla disangka menggunakan dana hibah sebesar Rp 5,3 miliar untuk dibelikan saham perrdana Bank Jatim pada 2012 yang menguntungkannya secara pribadi sebesar Rp 1,1 miliar.

Kasus itu sendiri lanjutan dari vonis bersalah yang sudah dijatuhkan kepada dua wakil Ketua Kadin Jawa Timur dalam kasus dana hibah yang sama. Keduanya adalah Nelson Sembiring dan Diar Kusuma Putra yang dianggap terbukti merugikan negara hingga Rp 26 miliar.



R24/dev/tem 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Kamis, 16 November 2017 09:04 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/lWQKb4j.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru