riau24 Rakit Dari BPBD Rohul Dikomersilkan Oknum Warga Cipang Kiri | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Rakit Dari BPBD Rohul Dikomersilkan Oknum Warga Cipang Kiri

0
Berita Riau -  Rakit Dari BPBD Rohul Dikomersilkan Oknum Warga Cipang Kiri

Rohul, Riau24.com - Rakit atau pelayangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di Sungai Mentawai Kampung Banjar Datar, Desa Cipang Kiri Hilir, Kecamatan Rokan IV Koto dikomersilkan oleh oknum warga setempat.

Rakit di Sungai Mentawai yang berada di jalan lintas Provinsi Riau merupakan bantuan dari BPBD Rohul pada 2014 silam, setelah jembatan besi Sungai Mentawai ambruk diterjang banjir pada akhir 2014 silam. Pengelolaan penyebrangan telah diserahkan ke pihak Pemerintah Desa Cipang Kiri Hilir.

Awalnya rakit untuk membantu akses masyarakat dari empat desa yang ada di seberang Sungai Mentawai, yakni Desa Tibawan, Cipang Kiri Hilir, Cipang Kanan, dan Cipang Hulu. Namun, saat ini rakit dikomersilkan oleh oknum warga untuk mencari keuntungan pribadi. Biaya diterapkan untuk sepeda motor Rp10 ribu per trip atau sekali menyebrang.

Menurut warga, biaya sepeda motor bermuatan berbeda lagi. Anehnya lagi, mobil yang menyeberang melalui dasar sungai juga dimintai uang oleh warga yang mengaku sebagai pemilik lahan di dekat penyebrangan.

"Tarif ini (Rp10 ribu per trip) sangat mahal dan memberatkan. Apalagi dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini," ujar MR (tidak mau disebutkan namanya), warga Rokan IV Koto.

MR mengakui warga Rokan IV Koto sudah lama mengajukan keberatan dengan tarif Rp10 ribu per trip atau sekali menyebrang, sebab biaya ini bertolak belakang dengan hasil musyawarah Sabtu 14 Maret 2015 lalu.

Draft hasil musyawarah pihak Desa Cipang Kiri Hilir yang dihadiri oleh perwakilan BPBD Rohul, dan pengelola diwakili Jon Lefrizal, hanya diteken oleh Kepala Desa Azwir Abbas. Ditetapkan untuk tarif sepeda motor tanpa muatan Rp 5 ribu per trip. Sedangkan tarif sepeda motor membawa keranjang bermuatan Rp 10 ribu per trip.

"Terlebih bagi anak sekolah yang membawa sepeda motor juga diwajibkan untuk membayar. Padahal ini jalur provinsi (Riau), masa kami juga harus membayar," keluh MR lagi.

Menurut MR, jika uang disetorkan ke Pemerintah Desa untuk biaya perawatan rakit tidak jadi masalah bagi masyarakat, sayangnya biaya tersebut ternyata hanya menguntungkan segelintir oknum warga secara sepihak.

"'Kami minta Pak Bupati (Achmad) dan DPRD Rokan Hulu segera turun. Sebab biaya penyebrangan sangat mahal di sini," tegas MR kepada wartawan.

Menanggapi mahalnya tarif penyeberangan, Kepala Pelaksana BPBD Rohul, Aceng Herdiana ST,MT, terkesan lepas tangan dengan keluhan masyarakat yagn berada di empat desa Kecamatan Rokan IV Koto.

Aceng mengakui untuk pengelolaan rakit bantuan dari BPBD Rohul di Sungai Mentawai sudah diserahkan ke Pemerintah Desa Cipang Kiri Hilir untuk dikelola secara bijaksana, yakni untuk membantu masyarakat menyebrang Sungai Mentawai dengan lebar 60 meter hingga 70 meter.

"Sepanjang untuk kelancaran itu tidak apa-apa. Mereka kan (pengelola) perlu makan atau mungkin rokok. Mungkin juga untuk biaya perawatan," jelas Aceng ditemui riau24.com di kantornya.

Aceng mengatakan BPBD Rohul tidak ikut campur dalam besaran tarif penyeberangan di Sungai Mentawai. Apalagi dari pihaknya juga tidak melarang ataupun tidak menyuruh.

Selain rakit terbuat dari papan, bantuan dari BPBD Rohul pada 2014 juga lengkap dengan sling atau kawat. Saat banjir besar lalu, rakit sengaja ditenggelamkan warga dan baru dipakai lagi untuk menyeberang setelah jembatan kayu hanyut diterjang banjir

Awalnya rakit ini dibangun oleh BPBD Rohul untuk membantu akses penyebrangan masyarakat pasca jembatan besi di Sungai Mentawai ambruk diterjang banjir di akhir 2014 silam.

" Kita minta kepada pihak desa untuk melakukan hal yang bijak dalam pengelolaannya," harap Aceng.


R24/dev/ags

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru