riau24 Polri Akui Beri Uang ke Keluarga Teroris dengan Koran Bekas | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Kasus HAM

Polri Akui Beri Uang ke Keluarga Teroris dengan Koran Bekas

7
Berita Riau -  Polri Akui Beri Uang ke Keluarga Teroris dengan Koran Bekas

Jakarta, Riau24.com - Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti tidak mempermasalahkan istri terduga teroris Siyono yang tewas tidak menerima uang kemanusian yang telah diberikan oleh Polri kepada keluarganya.

"Iya enggak apa-apa," kata Badrodin di Jakarta, Selasa, 29 Maret 2016.

Badrodin menjelaskan, alasan Polri memberikan uang terhadap terduga teroris yang tewas akibat berkelahi dengan Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror sebagai bentuk kemanusiaan.

"Ya namanya kemanusiaan, ya sah-sah saja," katanya.

Ia juga membantah bahwa uang yang diberikan oleh anggota Polri kepada keluarga yang bersangkutan itu agar permasalahan tersebut dari kelurga korban bungkam.

"Bukan, itu uang bina. Sogok mana maulah orang. Begini ya namanya kemanusiaan. Kalau enggak mau terima ya enggak apa-apa," katanya.

Sebelumnya, istri terduga teroris Siyono yang tewas di tangan anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri mengaku diberi uang dua gepok dalam bungkusan oleh seorang wanita bernama Ayu yang diduga anggota Kepolisian.

Perempuan tersebut pula yang membawa dirinya bersama keluarga ke Jakarta untuk menjemput jenazah Siyono.

Dua gepok uang tersebut dibungkus dengan koran bekas. Suratmi mengaku tak berani membuka dan menghitung uang dalam bungkusan hingga saat ini. Uang itu kini telah diserahkannya kepada Muhammadiyah Yogyakarta yang akan membantu Suratmi memperkarakan kasus tersebut.

"Uang itu diberikan di Hotel Leaf Jakarta tempat saya menginap. Saya menduga Ibu Ayu adalah Polwan," katanya di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa 29 Maret 2016.

Menurut Ayu, seeperti disampaikan Suratmi, uang tersebut diberikan sebagai bentuk santunan dan juga biaya pemakaman Siyono. Namun uang tersebut sama sekali tidak dibukanya.

"Saya tidak berani membuka dan apa maksudnya memberikan uang sebanyak itu," kata Suratmi.


R24/dev/viv
 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Kamis, 16 November 2017 09:07 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/lWQKb4j.jpg
Joko
Rabu, 30 Maret 2016 14:58 wib
Gw gak yakin kalo si korban bisa melawan dengan tangan dan kaki terikat. Selevel Jet Li aja kalo lagi diikat, gak bakalan bisa melawan, apalagi si korban .... | Semoga gak ada aksi balas dendam di daerah lain atas kejadian..
Cecil
Rabu, 30 Maret 2016 14:57 wib
Salut buat keluarga alm mantab... gak mempan di sogok..!!
Hendra
Rabu, 30 Maret 2016 14:57 wib
mudah2an keluarga serta anak cucu si pelaku mendapatkan azab/balasan yang setimpal atas perbuatannya,,, amiin ya robbal alamiin
Darto
Rabu, 30 Maret 2016 14:57 wib
perilaku densus yang arogan dan cenderung bodoh dalam menangani teroris justru menyuburkan paham radikal (teroris), karena pada dasarnya orang yang merasa teraniaya akan menjadi lebih solid dan kuat, semoga KAPOLRI lebih paham dan mengerti cara menangani masalah seperti ini...
Sam
Rabu, 30 Maret 2016 14:56 wib
kkkkk.......type pejabat indonesia sejati.....suka membadut....
Deden
Rabu, 30 Maret 2016 14:56 wib
Yaa Alloh....Yaa Muqsith.....Yaa Muntaqim..... berilah keadilan yang seadil-adilnya atas kejadian tersebut agar kedzoliman yang diperbuat selama ini berkurang. aamiin....
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru