riau24 Patut Diteladani, Hakim Beri Uang ke Siswa yang Mencuri untuk Sekolah | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Peristiwa

Patut Diteladani, Hakim Beri Uang ke Siswa yang Mencuri untuk Sekolah

15
Berita Riau -  Patut Diteladani, Hakim Beri Uang ke Siswa yang Mencuri untuk Sekolah

Jakarta, Riau24.com - Seorang hakim di Sumatera setelah memvonis kemudian memberikan uang kepada siswa SMP yang mencuri uang untuk biaya sekolah. Hal ini merupakan terobosan yang melampaui cara pandang hakim di Indonesia pada umumnya.

"Meskipun Indonesia bukan menganut sistem stare decisis atau preseden, putusan itu merupakan salah satu terobosan penting dalam sejarah peradilan di Indonesia," kata peneliti Indonesia Legal Roundtable (ILR) Erwin Natosmal Oemar, Kamis (31/3/2016).

Sang srikandi pengadilan itu menangis hatinya saat harus mengadili siswi SMP dalam kasus pencurian. Hakim itu menarik nafas dalam-dalam. Dengan tegas, ia mengetok palu menghukum seorang siswa SMP yang duduk sebagai terdakwa di depannya. Selidik punya selidik, Siswa SMP itu mencuri untuk membayar biaya sekolah yang nunggak dan membeli alat sekolah.

Setelah mengetok palu dan menutup sidang, hakim tiba-tiba memanggil remaja itu maju ke depan. Srikandi pengadilan itu kemudian mengeluarkan dompet dan menghitung uang yang ada di dalamnya.

"Nak, jangan mencuri lagi ya. Belilah keperluan sekolahmu," kata hakim yang bertugas di sebuah pengadilan di Sumatera ini sambil memberikan uang Rp 800 ribu ke siswa SMP tersebut.

Ia tersenyum kepada orang yang baru saja divonisnya. Seisi ruangan terdiam. Anak itu hanya bisa menangis mendapati uang pemberian itu. Panitera pengganti (PP) yang ada di ruangan itu hanya melongo. Setelah itu, ibu hakim itu buru-buru meninggalkan ruang sidang tanpa banyak berkata.

"Putusan itu melampaui cara pandang hakim Indonesia yang pada umumnya sangat positivistik dalam memahami hukum dengan mengunakan perspektif struktural dalam melihat suatu kasus," ujar Erwin.

Hakim itu masih aktif mengadili dan bersidang seperti biasanya. Namun ia berpesan supada identitasnya ditutup rapat-rapat karena ia tidak ingin niat baiknya di atas dianggap bentuk kesombongan atau pencitraan.

"Perspektif struktural ini tidak bisa dipahami bertentangan secara diametral dengan pendekatan positivisme hukum. Namun pendekatan ini sangat berguna untuk melengkapi perspektif positivisme hukum yang tidak lengkap dalam melihat realitas yang terjadi di dalam masyarakat," ucap Erwin.

Banyak alasan orang mencuri, baik karena murni niat jahat, untuk pekerjaan atau memang benar-benar kepepet. Kisah nyata di atas mengingatkan pada novel sejarah Prancis "Les Misérables" karya Victor Hugo. Dalam novel bersetting abad ke-18 itu diceritakan seorang gembel Jean Valjean yang mencuri roti untuk anak-anaknya karena kelaparan. Valjen dijerat dengan pasal pencurian di malam hari di rumah kosong. Valjean lalu dihukum penjara yang cukup lama yaitu 19 tahun.

"Saya tidak merasa itu luar biasa," ucap sang hakim merendah.


R24/dev/det

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Seraphina Farrah Dominica
Kamis, 31 Maret 2016 10:21 wib
Pengen crying.. guling..mana guling...
Tia Jonna
Kamis, 31 Maret 2016 10:20 wib
Terkenal di langit...meskipun tdk dikenal di bumi....
Zefanya Anabelle
Kamis, 31 Maret 2016 10:19 wib
Hakim adalah Hakim....wakil Tuhan! Adil, bijaksana dan penuh Kasih
Trisha Fiona
Kamis, 31 Maret 2016 10:19 wib
menetes air mata membacanya.. terharu krn kebaikan & keadilan sang hakim, & jg krn masih banyak pejabat baik dinegeri ini...
Aerilyn Bellvania Cintakirana
Kamis, 31 Maret 2016 10:18 wib
Salut.. Ketulusan memang yg terbaik dibanding dgn pencitraan tiada akhir
Adelle Dwi Alexa
Kamis, 31 Maret 2016 10:18 wib
Sungguh mulia hati sang hakim ini,,tolong diungkap saja identitasnya supaya masyarakat dapat terus mendesak ibu hakim ini membaktikan ilmu dan nuraninya buat hal2 yang lbh besar lagi diindonesia ini,,semoga ibu tetap benar,pintar n baik yang berhati nurani
Husni Jauhari Sirajuddin
Kamis, 31 Maret 2016 10:15 wib
Saya doakan kelak ibu hakim ini masuk surga...
Nur
Kamis, 31 Maret 2016 10:14 wib
semoga Allah membalasnya dgn rejeki halal yg berlimpah
Bariq
Kamis, 31 Maret 2016 10:14 wib
hati nurani yang berbicara......bercerminlah tuan2 yg di senayan, jangan hambur2kan uang rakyat demi kepentingan pribadi.....
Anindita
Kamis, 31 Maret 2016 10:13 wib
Ini pantas di sebut yang mulia,..dia wakil Tuhan yg ada di bumi,..dia menegakkan Hukum,..dan memberi keadilan pd anak SMP tersebut,..luar biasa,...drpda membuat perpustakaan yg ratusan milliar,..liat anak-anak di daerah masih ada menderita,..
Zahidin
Kamis, 31 Maret 2016 10:13 wib
terharu bacanya.... semoga para anggota DPR/MPR bisa banyak belajar dari Hakim ini. Meski bersalah tapi dimata semua orang tindakannya tidak perlu dihukum cukup ditegur bahkan di bantu. Para koruptor bisa terlihat tidak bersalah bahkan bebas dengan semua harta keserakahannya tapi sebenernya rakyat ingin menggantungnya.
Ahsan Abdul Hadi
Kamis, 31 Maret 2016 10:12 wib
saat dimana keadilan dan kasih ditegakkan bersamaan
Justin
Kamis, 31 Maret 2016 10:12 wib
terharu sekali baca berita ini. Pengen deh ketemu Hakim yang mulia ini..
Aflahul Mu’minin
Kamis, 31 Maret 2016 10:11 wib
1. dia seorang hakim yg taat hukum/ konstitusi krn dia seorang hamba hukum 2. dia seorang pengasihkrn dia mampu mjd hakim & seorg ibu 3. dia tidak cari nama / gila hormat dg mengekspos namanya hakim yg jujur amat langka, luar biasa menginspirasi
Bobby
Kamis, 31 Maret 2016 10:10 wib
Tanpa ada kasih , kekuasaan, kekayaan dan pengetahuan adalah kesisasiaan. Tuhan memberkati ibu hakim yang baik itu.
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru