riau24 Tragis..Sami, Bocah Kelas 1 SD ini Dipaksa Mengemis Oleh Ibunya | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Hot News

Tragis..Sami, Bocah Kelas 1 SD ini Dipaksa Mengemis Oleh Ibunya

7
Sami dengan muka memar bekas pukulan
Berita Riau -  Tragis..Sami, Bocah Kelas 1 SD ini Dipaksa Mengemis Oleh Ibunya
Pekanbaru, Riau24.com - Kasus tindak kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Pekanbaru. Kali ini menimpa Sami Afriani Saputri, bocah perempuan berusia 8 tahun.

Ketika ditemui ia sedang terduduk lesu di kursi kayu di ruang kelas I C, Sekolah Dasar Negeri 91 Pekanbaru. Dia hanya mengenakan seragam pramuka yang sudah lusuh dan sepatu hitam yang sudah sobek dibagian depannya. Bila diperhatikan terlihat ada yang aneh dari muka bocah yang biasa dipanggil Ami itu.  Pelipis mata sebelah kanannya bengkak dan sedikit membiru. Ketika ditanya, dengan nada bica polos dia menceritakan bahwa bengkak di bagian matanya itu karena dipukul oleh ibunya sendiri.
 
"Kalau saya tak dapat duit banyak, dipukul bang," katanya saat berbincang dengan Riau24.com, Kamis (31/03/2016).
 
Hampir setiap hari, usai pulang sekolah Ami melakoni pekerjaan sebagai pengemis di lampu merah di Pekanbaru. Usai makan siang di rumah, ibunya biasa mengantarkan Ami dan seorang saudara laki-lakinya bernama Nur Ahmad Brasa ke beberapa titik lampu merah di Pekanbaru.
 
"Perginya habis pulang sekolah trus kami disuruh ganti baju dan makan siang, langsung diantar mamak ke lampu merah. Di lampu merah, kami disuruh jadi peminta-minta. Abang dapat duit 100 ribu. Kalau Ami dapat duit cuma 60 ribu, kena pukul," ujar Ami.
 
Ami juga menceritakan bahwa ia selalu pergi untuk jadi peminta-minta ketika usai pulang sekolah. Uang yang mereka bawa pulang harus banyak agar tidak mendapat pukulan dari sang ibu. Tidak jarang Ami kadang pulang kerumah sudah jam 01.00 WIB malam, dan dia selalu berjalan kaki dari tempat dia mengemis ke rumahnya. Bahkan pulang larut malam itu pun dilakoninya seorang diri dari Panam ke Rumbai.
 
"Tadi malam Ami di lampu merah Pandau. Pulangnya juga jam 01.00 malam jalan kaki," katanya.
 
Ami bersama keluarganya tinggal di Jalan Nelayan, Gang Tirtonadi, Rumbai. Dari pengakuan Ami, sang ibu tidak ada pekerjaan.
 
Sementara itu, Wali kelas Ami,  Desis mengatakan bahwa Ami sudah mendapat bantuan beasiswa. " Padahal uang bantuan beasiswa itukan untuk keperluan sekolah anaknya," jelasnya.
 
Pihak sekolah mengaku sudah sangat kesulitan untuk memberikan penjelasan kepada orang tua Ami. Namun tetap saja tidak ada perubahan sedikitpun dari bocah itu.
 
" Ami sudah satu kali tidak naik kelas, karena aktifitas belajarnya terganggu. Di kelas, dia hanya bisa tertidur pulas tanpa memperdulikan mata pelajaran", kata gurunya lagi.
 
 
R24/adi
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Basir
Sabtu, 02 April 2016 19:41 wib
kerja yg lain la buk
Bapak
Sabtu, 02 April 2016 19:40 wib
luar biasa ni mamak
Gigih
Sabtu, 02 April 2016 19:40 wib
alamak, biar ku angkat jdi anak la
Rido
Sabtu, 02 April 2016 19:38 wib
kasihan bangett
Eveline
Kamis, 31 Maret 2016 13:42 wib
laporin polisi aja pak khan masalah ini belum sampai ke kepolisian
Lintang
Kamis, 31 Maret 2016 13:41 wib
maknya stress nih anak koq dipekerjakan
Hasna
Kamis, 31 Maret 2016 13:38 wib
Jahat banget sih maknya kalau ga bisa ngurus anak, sini anaknya kasih ke aku. Biar tak urusin
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru