riau24 Kisah Miris SD Negeri 135 di Tengah Pembangunan Proyek Megah Pemerintah | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Hot News

Kisah Miris SD Negeri 135 di Tengah Pembangunan Proyek Megah Pemerintah

0
Berita Riau -  Kisah Miris SD Negeri 135 di Tengah Pembangunan Proyek Megah Pemerintah

Pekanbaru, Riau24.com - Saat ini pembangunan kota Pekanbaru lebih banyak ke daerah Panam dan sekitarnya, sehingga tidak banyak yang tahu kalau ternyata pembangunan di Pekanbaru belumlah sepenuhnya merata.

Hal ini dapat dibuktikan dengan berkunjung ke salah satu sekolah yang terletak di Jalan Badak Ujung, Kelurahan Sail Kecamatan Tenayan Raya. SD 135, itulah nama sekolah yang menjadi bukti pembangunan Pekanbaru belum sepenuhnya maju.

Sekolah yang berada tidak jauh dari pusat perkantoran Walikota Pekanbaru ini sampai sekarang belum memiliki dinding sekolah. Hal ini sangat kontras terlihat bila dibandingkan dengan pembangunan gedung Walikota Pekanbaru yang kabarnya menghabiskan dana Rp. 1,4 triliun dengan luas 111 hektare itu. Perkantoran yang berdekatan dengan Komplek Pembangkit Listrik Tenaga Gas Tenayan Raya, kawasan metropolitan Pekansikawan dan pintu masuk Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. Kompleks perkantoran itu ditargetkan rampung pada tahun 2017.

SD yang berjarak sekitar 1 km dari Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru ini dibangun tahun 2010.

Bentuk bangunan sudah nyaris keropos, hanya ada kayu tanpa dinding dan berukuran 8x5 meter. Bangunan sekolah ini terdiri dari dua ruangan belajar. Ditambah kondisi seng yang sudah bolong-bolong, kursi dan meja belajar juga sudah rapuh karena dimakan rayap. Sangatlah menyedihkan membayangkan generasi penerus bangsa harus menimba ilmu ditempat yang layaknya disebut kandang ayam ini.

''Seperti inilah kondisi belajar mengajar kami pak. Dulu, tempat ini merupakan bekas bedeng (tempat membuat batu bata). Sekolah ini terdiri dari 4 kelas dengan jumlah siswa 80 orang,'' kata Oki Oktarina, Guru di SD Negeri 135 Pekanbaru, menceritakan keadaan sekolah tempat ia mengajar di hadapan anggota DPRD Pekanbaru Zulfan Hafis yang juga Politisi Nasdem saat berkunjung.

''Karena terletak di perkebunan sawit, banyak ular berkeliaran disini pak. Tapi ularnya tidak naik. Saya sering khawatir dengan keselamatan anak-anak didik, '' ungkapnya.

Ketika ditanya tentang honor, Oki hanya menerima per dua bulan sebesar Rp1.925.000 ribu, dan dibayarkan oleh Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan Provinsi Riau dan bukan dari Pemerintah Kota Pekanbaru.

Usai berkunjung Zulfan Hafis sangat menyesalkan karena tidak adanya perhatian dari Pemko Pekanbaru. "Saya sangat prihatin sekali dengan keadaan sekolah ini. Kondisinya sangat memprihatinkan. Pekanbaru saat ini dikatakan kota metropolitan, harusnya kalau yang namanya metropolitan Pemko jangan fokus untuk melakukan pembangunan di kota saja,'' tegasnya.

Zulfan juga berharap supaya pembangunan SD Negeri 135 menjadi sekolah yang lebih layak bisa dijadikan skala prioritas dan bisa dianggarkan di APBD Perubahan.
Zulfan juga berharap supaya jangan ada perbedaan status ekonomi, membedakan yang kaya dan miskin.

''Janganlah membeda-bedakan orang miskin dengan orang kaya. Tugas utama dari pemerintah untuk mensejahterakan rakyat kecil, salah satunya dengan memperhatikan pendidikan untuk generasi penerus bangsa. Kalau tidak bisa mensejahterahkan rakyat, jangan jadi pemerintah,'' tegasnya.


R24/uci 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru