riau24 Dibayarkannya Eskalasi oleh Pemprov, Anggota DPRD Riau ini Salahkan Pimpinan | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Batal Diserahkan Hak Angket

Dibayarkannya Eskalasi oleh Pemprov, Anggota DPRD Riau ini Salahkan Pimpinan

2
Berita Riau -  Dibayarkannya Eskalasi oleh Pemprov, Anggota DPRD Riau ini Salahkan Pimpinan
 
Pekanbaru, Riau24.com - Perihal pembayaran hutang eskalasi oleh Pemprov Riau yang melalui APBD Perubahan tahun 2015 ini, senilai Rp220 milyar kepada perusahaan mengerjakan proyek multi year ini terus menghangat. Kali ini, antara sesama wakil rakyat. 
 
Padahal sebelumnya pada hari ini diwacanakan untuk pengajuannya hak angket pada pimpinan DPRD Riau. Namun, itu batal dilaksana. Karena, dirapat internal anggota DPRD Riau tersebut ada sempat memanas. Rapat berlangsung di ruang medium tersebut, dipimpin dua Wakil Ketua DPRD Riau.
 
Dua wakil Ketua DPRD Riau yaitu Noviwaldy Jusman dan Manahara Manurung. Didalam pembahasan itu, Noviwaldy Jusman ini tampak dipojokkan dengan pertanyaanya anggota DPRD Riau. Seolah-olah Noviwaldy Jusman ini, disalahkan koleganya yang dikarena merasa dikecoh oleh para pimpinan.
 
Sesuai pantauan lapangan, rapat internal terbuka kepada umum itu tampak memanas. Dia disalahkan anggota DPRD Riau, sebab tidak melakukan pembicaraan dengan memenuhi undangan Kemendagri beberapa waktu lalu, yang terkait persoalan pembayaranya hutang eskalasi diributkan tersebut.
 
Dalam rapat internal tersebut ada tampak sejumlah anggota DPRD Riau. Antara lain Asri Auzar, Ade Agus Hartanto, Marwan Yohanes, Husni Thamrin, Sugianto, M Adil, Hardianto, Illyas HU, Lampita P, Aherson, Sumianti, Malik Siregar, Markarius, Sulastri, Firdaus, Said,
Nuraini, Septina, Yulisman.
 
Seperti disampaikan oleh anggota DPRD Riau Husni Thamrin, disaat rapat internal. "Kalau pimpinan itu diiundang pada rapat verifikasinya APBD Perubahan 2015. Yang jadi pertanyaan kita, kenapa pimpinan (Noviwaldy, red) ada pergi sendiri. Kenapa ini tidak didamping ketua komisi," kata Husni Tamrin.
 
Anggota Komisi C DPRD Riau ini, menambahkan, artinya dalam hal itu anggota DPRD Riau tentunya telah kecolongan pada persoalan pembayarannya hutang eskalasi.
Dimana, hutang eskalasi dilunasi melalui APBD Perubahan ditahun 2015, yang besarannya angka ini mencapai Rp220 miliar. 
 
Politisi Gerindra itu, menegaskan, kalau sekarang inikan terkesanya anggota DPRD Riau malahan jadi sorotan, bahkan dikabarkan oleh media massa ini ada oknum yang bermain dalam pembayaran pada eskalasi, "Sekarang inikan, sudah terkesan pepecahan bagi anggota DPRD Riau," sebutnya.
 
Senada diungkapkannya anggota DPRD Riau lain yaitu Muhammad Adil. Politisi Hanura ini menyebut, sangat tidak wajar kalau Pimpinan DPRD Riau (Noviwaldy Jusman, red) yang hadit diketika ditajanya forum verifikasi APBD Perubahan 2015 di Kantor Kemendagri. Dan, patut itu dipertanyakan.
 
"Patut ini dipertanyakan, hadirnya Noviwaldy Jusman didalam forum verifikasi APBD Perubahan 2015 di Kantor Kemendagri. Dan parah lagi, setelah pertemuan waktu itu tidak disampaikan pada anggota DPRD Riau. Dan telah patut saja KPK melakukan penyidikan pada masalah ini," terangnya.
 
Sementara itu anggota DPRD lain yaitu Asri Auzar, mengungkapkan, ada baiknya anggota DPRD Riau mengakui ketidaktelitian didalam persoalan pembayaranya hutang eskalasi ini. Dan pada masalah ini diIa pun mempertanyakan kinerja staf ahli Banggar yang tidak teliti didalam persoalan ini. 
 
Noviwaldy Jusman yang medapat cercaan pertanyaan disampaikan kolega dilembaga ini, mengatakan dari awal telah pernah sampaikan pada Muhammad Adil, kalau ada undangan pertemuan membahas verifikasi APBD Perubahan 2015 di Kemendagri RI. Inikan artinya, ada sudah disampaikan. 
 
"Saya telah ada sampaikan pada Anggota DPRD Riau Muhammad 
Adil. Itu, sebelum berangkat atau menjumpai Kemendagri. Mungkin Pak Adil lupa," kata Noviwaldy ini sembari tegaskan, memang telah ada orang Kemendagri menyebut
kalau tidak datang, maka itu tidak akan jadi masalah juga.
 
Karena memanas pembahasanya masalah pembayaran eskalasi itu, maka tidak ditemukan titik terang. Malah, satu persatu-satu anggota DPRD Riau ini keluar ruang rapat di medium tersebut. Dikarena ada
sejumlah anggota DPRD Riau itu kegiatan lain. Maka, rapat internal dilanjutkan haari Senin.
 
R24/rul
 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Karmila
Jumat, 01 April 2016 07:36 wib
Gagal meneh. Enek opo iki ?
Dona
Jumat, 01 April 2016 07:35 wib
Lagi+lagi ditunda. Tidak serius tuh
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru