riau24 Netizen Desak Pemko Tindak Kasus Sami Secepatnya | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Netizen Desak Pemko Tindak Kasus Sami Secepatnya

0
Berita Riau -  Netizen Desak Pemko Tindak Kasus Sami Secepatnya
Pekanbaru, Riau24.com- Sami Afriani Saputri atau akrab disapa Ami, bocah perempuan berusia 8 tahun yang dipaksa mengemis oleh ibunya mendapat banyak perhatian dari netizen media sosial Riau24.com. Para netizen tersebut mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk segera menindak kasus ini. Berikut merupakan beberapa tanggapan netizen yang dirangkum dari media sosial Riau24.com.
 
Dituliskan Maya dalam akun facebooknya, ia menyesalkan hal seperti ini bisa terjadi di Kota Pekanbaru. "Bisa-bisanya di Pekanbaru ada anak yang dipaksa mengemis sama ibunya, perempuan pula. Semoga pemerintah cepat bertindak sehingga Ami bisa diselamatkan," tulis Maya.
 
Begitupun Andi, juga menuliskan hal serupa di akun Facebook miliknya. "Pemerintah harus langsung tangani kasus ini. Kasihan Ami yang mendapat perlakuan tak seharusnya dari ibunya. Tugas Ami diumurnya yang masih 8 tahun itu ya belajar, bukan disuruh bekerja apalagi mengemis."
 
Tak hanya kedua akun ini, akun lainnya yakni Rino, juga menguraikan hal senada. Ia sangat berharap pemerintah dapat selesaikan kasus Ami kecil secepatnya. Pemerintah sebagai pihak yang memiliki kuasa, tak boleh membiarkan perlakuan orang tua Ami seperti ini terlalu lama, katanya.
 
Putri yang merupakan pegawai di salah satu rumah sakit di Pekanbaru pun menuliskan hal serupa pada akun Twitternya. "Kasihan Ami. Kenapa kok bisa ada ibu yang seperti ini. Pemerintah terkait semoga bisa cepat selesaikan ini supaya Ami bisa sekolah dengan benar dan berprestasi. Bukan mengemis," tulisnya.
 
Usai membaca kisah tragis yang dialami Ami, siswi SD Negeri 91 Pekanbaru ini, banyak netizen yang turut prihatin dengan melontarkan harapan dan desakannya kepada pemerintah untuk segera melihat dan menindak hal ini. Ami kecil yang seharusnya bertugas untuk belajar dengan sungguh-sungguh, kini malah disuruh untuk menjadi pengemis di beberapa titik lampu merah di Pekanbaru usai sekolah hingga tengah malam.
 
Ami bersama seorang saudara laki-lakinya, Nur Ahmad Brasa kerap mendapat pukulan dari ibunya jika tidak membawa uang minimal Rp 100 ribu. Ketika ditemui Riau24.com di sekolahnya, Ami tengah terduduk lesu di kursi kayu kelasnya dengan pelipis mata sebelah kanan yang bengkak dan sedikit membiru. Ketika ditanya, Ami menjawab hal itu karena dipukuli oleh ibunya sebab hanya membawa setoran sebesar Rp 60 ribu.
 
R24/uci
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru