riau24 Perjalanan Kasus Kematian Akseyna, Setahun Berlalu Masih Misteri | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Peristiwa

Perjalanan Kasus Kematian Akseyna, Setahun Berlalu Masih Misteri

1
(Alm) Akseyna Ahad Dori,
Berita Riau -  Perjalanan Kasus Kematian Akseyna, Setahun Berlalu Masih Misteri

Jakarta, Riau24.com - Setahun lalu, tepatnya Kamis 26 Maret 2016, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bernama Roni menemukan sesosok tubuh mengambang di Danau Kenanga, UI, Depok, Jawa Barat. Tewas.

Jasad tersebut ditemukan membengkak, tanpa identitas, dan menggendong ransel berisi 5 buah batu konblok.

Hanya jaket berlogo UI yang mengindikasikan jasad tersebut seorang mahasiswa. Sesuai prosedur kepolisian, aparat Polsek Beji dan Polres Kota Depok mengevakuasi mayat tanpa nama tersebut ke RS Polri Kramatjati guna pemeriksaan lanjutan, outopsi.

Senin 30 Maret 2015, jasad misterius itu terindentifikasi. Sepasang suami-istri asal Yogyakarta mendatangi Mapolresta Depok dan RS Polri Kramatjati, mereka yakin jasad tersebut adalah Akseyna Ahad Dori, putra mereka, seorang mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Jurusan Biologi, UI.

Pemuda yang akrab disapa Ace tersebut diketahui menghilang berhari-hari. Ia adalah anak seorang Perwira Menengah TNI Angkatan Udara (AU) Kolonel (Sus) Mardoto.

Dua hari setelah teridentifikasi, Rabu 1 April 2015, Polresta Depok yang dipimpin Komisaris Besar Ahmad Subarkah mengumumkan hasil outopsi Ace.

"Dari hasil outopsi, dipastikan korban tewas di air dalam keadaan hidup karena tubuh korban sudah dipenuhi air. Jika korban tewas di atas kemungkinan air tidak terlalu banyak juga, dan luka lebam sendiri bukanlah luka lebam akibat penganiayaan," ungkap Subarkah di Depok, Rabu 1 April 2015.

Subarkah menambahkan berdasarkan keterangan ibunda, Ace pernah berkeluh kesah lantaran gagal mengikuti kejuaraan sains tingkat nasional.

Dugaan bunuh diri diperkuat dengan penemuan sepucuk kertas di kamar kos Ace dengan tulisan tangan yang berbunyi 'Will not return for, please don't search for existence. My apologize for everything eternally (Tidak akan kembali, tolong jangan cari keberadaan saya. Saya minta maaf untuk semua selamanya)'.

Namun keterangan tersebut dibantah ayahanda Ace. Martodo yakin anaknya dibunuh.

Akhir Mei 2015, Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Krishna Murti mendalami kasus tersebut. Sebagai pejabat baru di Polda Metro Jaya, Krishna mengungkap temuan baru berdasarkan hasil gelar perkara Ace. Hasilnya, Ace tewas bukan karena bunuh diri, tapi dibunuh.

"Dari hasil gelar ulang, kami menduga mati tidak wajar tersebut bukan karena bunuh diri, karena ada luka fisik di wajah yang bersangkutan. Kalau dia bunuh diri harusnya (wajahnya) mulus, tidak ada luka fisik," kata Krisna saat itu.

Hal lainnya yang menguatkan kasus ini mengarah ke pembunuhan, jelas Krishna, jika Ace tenggelam dalam keadaan sadar tentu ia dapat berontak dan melepaskan tas berisi 5 konblok yang memberatkan tubuhnya. Sebaliknya, jika ia tenggelam dalam keadaan tak sadar, batu itu menenggelamkannya.

Kemudian, Krishna menerangkan hasil pemeriksaan grafolog Deborah Dewi atas tulisan di surat Ace menunjukkan tulisan tersebut tidak 100 persen otentik goresan tangan Ace.

 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Jumat, 17 November 2017 17:56 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/XEgqzEP.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru