riau24 Mirisnya Kondisi Kampung Idiot di Ponorogo | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Peristiwa

Mirisnya Kondisi Kampung Idiot di Ponorogo

0
Ada ratusan orang, baik tua dan muda, yang memiliki keterbelakangan mental tinggal di Kampung Idiot yang ada di beberapa desa di Ponorogo.
Berita Riau -  Mirisnya Kondisi Kampung Idiot di Ponorogo

Jakarta, Riau24.com - Sebutan 'kampung idiot' disematkan masyarakat pada beberapa desa di Ponorogo, Jawa Timur. Penyebutan kampung idiot karena ada ratusan orang, baik tua dan muda, yang memiliki keterbelakangan mental tinggal di Sidoharjo, Karangpatihan, dan Krebet ini.

Mereka yang memiliki masalah keterbelakangan mental tersebut kondisinya amat memprihatinkan. Mereka hidup di bawah garis kemiskinan sehingga tak heran jika ada tinggal di sebuah rumah berdinding kayu, berlantai tanah. Pada beberapa orang ada yang dikurung dalam ruangan gelap maupun dirantai.

Tubuh mereka sebagian kurus akibat menderita kekurangan gizi. Lalu mereka juga mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran. Kondisi miris ini pun menjadi sorotan media asing asal Inggris, Daily Mail dalam laporannya.

Sijum misalnya, wanita berusia 40 tahun ini mengalami kondisi Down's Syndrome. Ia tidak bisa banyak bergerak dan untuk makan harus disuapi oleh ibunya. Beda lagi cerita dengan Saimun, pria berusia 45 tahun ini sudah 20 tahun kakinya diikat -- dipasung-- oleh orangtuanya karena ia mengalami gangguan jiwa.

Penduduk lokal dan pemerintah mengatakan hal tersebut terjadi karena pernikahan sejenis, kekurangan gizi dan kekurangan yodium.

Diperkirakan sekitar 400 orang mengalami kondisi disabilitas psikososial di Ponorogo. Pemasungan memang kerap jadi cara yang dilakukan keluarga terhadap anggota keluarganya dengan keterbelakangan mental. Padahal hal ini sudah dilarang pemerintah Indonesia sejak 1977.

Berdasarkan data dari Human Rights Watch (HRW) terdapat ribuan orang Indonesia yang alami gangguan mental dipasung.

"Tidak seharusnya ada orang dibelenggu pada 2016 ini. Orang mengatakan kepada kami bahwa hal tersebut seperti hidup di neraka," jelas peneliti laporan tersebut, Kriti Sharma.


R24/dev/lip 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru