riau24 Susi: Laut Indonesia Selama ini Sangat "Gelap" | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Susi: Laut Indonesia Selama ini Sangat "Gelap"

1
Berita Riau -  Susi: Laut Indonesia Selama ini Sangat
Jakarta, Riau24.com- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan laut Indonesia selama ini sangat 'gelap'. Gelap yang berarti sangat bebas dan tidak tersentuh berbagai aturan untuk segala aktivitas manusia di dalamnya.
 
"Persoalannya laut ini selama ini 'gelap'. Nggak ada aturan yang betul-betul kencang itu," ungkapnya dalam pertemuan dengan para pimpinan redaksi media di kantornya, Jakarta, seperti dikutip Sabtu (2/4/2016).
 
Berbeda dengan yang terjadi di darat. Susi menceritakan, aktivitas manusia untuk kegiatan usaha bisa terpantau jelas. Sehingga banyak yang patuh untuk memenuhi persyaratan dan perizinan, meski sekalipun rumit. 
 
"Kalau di laut kebalikan. Kalau (data) dipalsukan itu juga nggak kelihatan. Kan kalau ketemu petugas patroli, baru kena," terangnya.
 
Susi mencontohkan soal data kepemilikan kapal. Aturan sebelumnya menetapkan bahwa kapal pribadi bisa menguasai kapal berkapasitas sampai dengan 300 GT. Sehingga banyak pengusaha, melaporkan atas nama keluarga yang bersangkutan. Makanya sekarang diatur bahwa maksimal hanya kapasitas 60 GT.
 
"PT misalnya punya kapal 3. Anak cucu cicitnya punya kapal satu satu gede- gede. Bahkan supirnya pun punya kapal," jelas Susi.
 
Selain itu adalah soal pelaporan pendapatan dari hasil penangkapan. Susi menemukan laporan untuk kapal berukuran 200 GT hanya mendapatkan Rp 1,5 miliar per tahun. Padahal, untuk kapal 60 GT minimal pendapatannya adalah Rp 6 miliar.
 
"Saya yakin masih sampai saat sekarang 99,99% itu tidak betul laporannya," tegasnya.
 
Untuk kondisi sekarang, Susi  juga tidak menganggap bahwa laut sudah terang benderang. Namun setidaknya sudah menjadi setengah gelap. Berbagai aturan sudah dilaksanakan dengan tegas, seperti moratorium, larangan bongkar muat di tengah laut dan lainnya.
 
"Ini step by step. Kita tertibkan dulu yang di luar. Nanti step by step diurusi yang dalam negeri. Supaya keliatan PDB sektor perikanan itu, keliatan pajaknya juga. Sekarang belum keliatan setengah gelap," papar Susi.
 
Susi juga akan menerbitkan Surat Edaran (SE) untuk usaha yang terkait dengan sektor kelautan dan perikanan agar transparan. Sehingga pihaknya dapat menghitung dengan benar, baik dari sisi produksi, pendapatan hingga ekspor.
 
"Saya akan bikin SE untuk semua stakeholder sektor perikanan itu untuk terbuka dan perbolehkan orang kita untuk investigasi masuk. Sekarang semua kegiatan hampir tertutup. Mutiara, smuggling itu juga. Kita nggak tahu ekspornya lewat mana. Tapi dunia mengakui 80% dari total produksi mutiara itu datang dari Indonesia. Itu total dunia puluhan ton dan catatan produksi kita hanya 4 ton," pungkasnya.
 
R24/adi/det
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Jumat, 17 November 2017 18:00 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/XEgqzEP.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru