riau24 Kunjungan Kerja Maimanah Umar di Desa Tarai Bangun | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Kunjungan Kerja Maimanah Umar di Desa Tarai Bangun

0
Berita Riau -  Kunjungan Kerja Maimanah Umar di Desa Tarai Bangun

Kampar, Riau24.com - Minggu (03/04/2016) adalah hari ketiga kunjungan kerja (reses) anggota DPD RI/MPR RI Dr H. Maimanah Umar. Kunjungan kerja hari ini berlansung di kantor kepala desa Tarai Bangun jalan Panam Kubang Raya, Kampar. Ada yang berbeda dalam kunjungan kerja di desa ini. Sebelum acara dimulai, kedatangan Maimanah Umar disambut dengan penampilan kelompok rabana desa Tarai Bangun.

Tampak hadir dalam kegiatan ini kepala desa Tarai Bangun Andra Maistar S.Sos. Dalam kesempatan itu, kepala desa Tarai bangun menyampaikan informasi tentang desa tarai bangun. Selain itu, Andra juga menyampaikan permasalahan yang ada di desa Tarai Bangun.

"Kami titipkan kepada ibu, karena kami merupakan desa diperbatasan. Kami sebagai masyarakat desa Tarai bangun kalau pun tidak bisa berkembang seperti pusat kota Pekanbaru, paling tidak sejajar. Perlu ibu ketahui, dibatas kota Pekanbaru-Kampar terdapat anak sungai. Jika hujan selama 3 jam luapan air nya sampai ke desa kami dan tingginya mencapai pinggang orang dewasa. Kalau tidak dibangun turap-turap, khawatir 2-3 tahun lagi kawasan ini akan menjadi sungai karena tanahnya terkikis air,"jelasnya.

Dan seperti kunjungan kerja sebelumnya, Maimanah Umar menjelaskan terlebih dahulu tugas-tugas dari DPD RI/MPR RI bidang komite III/No. Anggota B-16.

Secara umum, dari kunjungan kerja sebelumnya hingga hari ini, permasalahan yang terjadi hampir sama diantaranya masalah pendidikan. Salah satu masyarakat desa Tarai Bangun menyampaikan aspirasinya mengenai bangunan pendidikan di desa Tarai Bangun yang masih kurang terutama bangunan SD, dan Maimanah Umar siap untuk memperjuangkan aspirasi ini sehingga anak-anak desa Tarai Bangun mendapat pendidikan yang semestinya. Selain itu, keluhan juga datang dari nasib guru-guru honor yang sudah lama mengabdi.
"Dulu guru honor yang sudah mengabdi selama 5 tahun, akan diangkat menjadi pns, sekarang sepertinya sudah tidak berlaku lagi. Sementara saya sudah 9 tahun mengabdi sebagai guru honor dan belum mendapat kejelasan bagaimana untuk menjadi pns. Untuk itu, kami mempertanyakan kepada ibu, bagaimana nasib guru-guru honor ini,"ungkap Syaiful, salah seorang guru desa Tarai Bangun.

Menanggapi hal tersebut, Maimanah Umar siap memperjuangkan aspirasi-aspirasi tersebut di instansi-instansi terkait. Seperti pengangkatan guru honor, Maimanah akan siap memperjuangkan aspirasi tersebut ke kementrian pendidikan.

R24/mla

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru