riau24 Tragis, Honorer Rohul Tidak Bisa Bayar Kontrakan Karena Gaji 4 Bulan Tak Dibayarkan | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Tragis, Honorer Rohul Tidak Bisa Bayar Kontrakan Karena Gaji 4 Bulan Tak Dibayarkan

1
Ilustrasi
Berita Riau -  Tragis, Honorer Rohul Tidak Bisa Bayar Kontrakan Karena Gaji 4 Bulan Tak Dibayarkan

Rohul, Riau24.com - ‎Kisruh APBD Rohul yang belum disahkan hingga saat ini, berdampak besar pada kehidupan masyarakat, terutama para pegawai honorer yang berjumlah lebih dari 3 ribu. Dimana, para honorer tersebut mengantungkan hidupnya pada gaji setiap bulanya.

Terhitung dari Januari hingga April 2016 seluruh pegawai Honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul tak kunjung mendapatkan haknya atau terima gaji akibat APBD Rohul yang tak kunjung disahkan.

Seperti yang terjadi pada keluarga SS, hingga saat ini mereka masih menunggak pembayaran rumah kontrakan hingga empat bulan. Akibat tak mampu membayar kontrakan, SS dan sang istri yang sama-sama bekerja sebagai pegawai honorer tersebut sering terlibat cekcok rumah tangga yang berpangkal pada masalah ekonomi.

"Kami sudah capek mencari pinjaman kesana-kesini mas, jangankan untuk membayar kontrakan rumah, untuk kebutuhan sehari-hari kami saja sulit," katanya saat dikonfirmasi wartawan media ini, Senin (04/03/2016)

SS mengaku dirinya dan istrinya belum menerima gaji selama empat bulan terhitung dari Januari hingga April.‎ Kondisi ini tentu sangat menyulitkan ekonomi keluarganya, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari agar asap dapur bisa mengepul, SS sudah menggadaikan BPKB kendaraannya.

"Bagaimana kami mau menjalankan hidup mas, kami saja belum gajian selama empat bulan. Sementara kontrakan rumah juga tetap jalan, kebutuhan hidup juga terus naik. Kami sebagai warga kecil sangat berharap tolonglah cepat disahkan APBD nya," keluhnya.

Berbeda dengan SS, Ucok yang juga honorer disalah satu SKPD di Pemkab Rohul mengaku sudah menitipkan anak dan istrinya di tempat mertua, karena perekonomian keluarganya sulit akibat APBD yang belum disahkan.

‎Ucok khawatir bila anak dan istrinya tetap bersamanya, kebutuhan sehari-harinya tidak akan terpenuhi, pasalnya hingga saat ini dirinya belum juga menerima gaji.

"BPKB speda motor saya saja udah digadaikan untuk makan mas, mau apa lagi yang saya gadaikan. Kalau seperti ini terus bisa mati kami masyarakat ini," ucapnya.

Baik SS dan Ucok sama-sama meminta agar DPRD Rohul bisa segera mengesahkan APBD 2016 agar dirinya dan 3000-an honorer lainnya bisa menerima gaji.

"Pak dewan tolong APBDnya cepat disahkan, biar kami bisa ‎bayar kontrakan dan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari," harapnya.


R24/dev/ags

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Ani
Rabu, 06 April 2016 22:43 wib
Sebaiknya kita sebagai manusia saling megerti keadaan orang Lain.jangan seperti kacang yang lupa pada kulit nya
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru