riau24 Jadi Tersangka, Emi Menyesal Tidak Membunuh 4 Anak Kandungnya Saat Masih Kecil | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Kriminal

Jadi Tersangka, Emi Menyesal Tidak Membunuh 4 Anak Kandungnya Saat Masih Kecil

0
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Aries Syarief Hidayat MM di dampingi Kasat Reskrim Kompol Bimo Ariyanto SH menegekspos kasus dugaan kekerasan dan eksploitasi anak.
Berita Riau -  Jadi Tersangka, Emi Menyesal Tidak Membunuh 4 Anak Kandungnya Saat Masih Kecil

Pekanbaru, Riau24.com - “Biarlah aku mati, aku gak akan mau makan,’’ teriak Emi. Sosok seorang ibu yang tega yang mengeksploitasi anaknya keempat anak kandungnya dengan cara mengemis dengan target Rp 100 ribu sehari ini resmi ditangkap Mapolresta Pekanbaru.

Bukannya insaf karena perbuatannya, ia malah bersumpah serapah setelah polisi menggelandangnya ke Mapolresta Pekanbaru, Sabtu, 2 April 2016.

"Kalau tahu seperti ini, lebih baik aku bunuh saja mereka waktu kecil. Bukannya berbalas budi, malah saya yang dimasukkan ke penjara," gerutu Emi usai penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Satreskrim Polresta Pekanbaru, Senin (4/4/2016).

Emi, diduga memaksa anaknya mengemis di sejumlah lokasi di Pekanbaru. Di hadapan Kapolresta Pekanbaru Kombes Aries Syarif Hidayat dan Kasat Reskrim Kompol Bimo Ariyanto, Emi menggerutu tak karuan begitu melihat foto-foto anaknya.

"Gara-gara dia ini, jadi sumber masalah sampai aku harus masuk penjara. Percuma kubesarkan dari kecil, lebih baik kubenamkan aja dia dulu," ucap tersangka sambil menunjuk foto anaknya.

Kombes Aries menyebutkan, Emi sudah setahun ini memerintahkan anaknya meminta uang kepada warga yang melintas di jalan. Setiap anak ditargetkan membawa uang Rp 100 ribu.

"Kalau tidak sampai, tersangka melakukan kekerasan terhadap anaknya dengan cara dipukuli," sebut Aries.

Atas perbuatannya, Emi dijerat dengan tindak pidana eksploitasi anak serta kekerasan karena adanya unsur penganiayaan dan penggunaan senjata tajam. Saat dijemput, Eni menyembunyikan parang di balik punggungnya.

Sebelumnya, Emi dijemput Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Pekanbaru dari rumahnya di Jalan Nelayan, Jumat pekan lalu, setelah mendapat laporan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) wilayah Riau.

Emi dibawa ke Mapolresta untuk diperiksa intensif. Empat anaknya juga dibawa. Selama diperiksa, Emi tidak mau duduk di atas kursi dan hanya bersedia diminta keterangan dari lantai.

Keempat anak Emi, masing-masing CRB (16), NAB (10), SAS (8) serta IB (6) sudah dievakuasi ke shelter milik Dinas Sosial dengan pengawasan langsung Komisi Perlindungan Anak untuk mendapatkan perlindungan dan tempat tinggal. Mereka masih trauma dan mendapat pendampingan dari LPAI dan sejumlah anggota polisi wanita.

Kasus itu berawal dari kecurigaan guru anak Emi di sekolah karena sering melihat NAB dan kakaknya sering mengantuk. Keduanya bercerita sering mengemis hingga larut malam karena dipaksa orangtuanya.


R24/uci 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru