riau24 Mantan Banggar DPRD Riau Tidak Mau Disalahkan, dan Tidak Takicuah Di Nan Tarang  | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Mantan Banggar DPRD Riau Tidak Mau Disalahkan, dan Tidak Takicuah Di Nan Tarang 

3
Berita Riau -  Mantan Banggar DPRD Riau Tidak Mau Disalahkan, dan Tidak Takicuah Di Nan Tarang 
 
Pekanbaru, Riau24.com - Kendati telah menolak dibayarkan hutang eskalasi dalam APBDP 2015, tapi item tersebut tetap dibayarkanya Pemerintahan Provinsi (Pemprov)Riau. Namun, didalam ini anggota Banggar DPRD Riau malahan tak mau disalahkan nantinya.
 
"Sudah jelas didalam ini tidak ada persetujuan pembayaran eskalasi tersebut. Dan tidak disampaikan Pimpinan DPRD maupun dari tim TAPD Provinsi Riau pada saat itu digelarnya rapat Banggar. Dalam pembahasanya hasil verifikasinya Kemendagri dibulan Desember," kata M Adil.
 
Mantan anggota Banggar ini pun mengatakan, dirinya tidak sedia bertanggung jawab soal eskalsai tersebut. Dan jangan, disalahkan Banggar yang teledor. Serta perlu diingat jangan dibilang takicuah di nan tarang. Tapi karena pimpinan tidak menjelaskan apa saja hal ini catatan penting hasil verifikasi.
 
Anggota Komisi E DPRD Riau ini menambahkan, DPRD Riau harus menyatakan sikap atas daripada permasalahan yang sudah lama berkembang di masyarakat luas tentang pembayarannya hutang eskalasi yang sudah melanggar hukum tersebut.
 
"Tentunya harus ada sikap DPRD Riau secara lembaga atau pun ini secara pribadi menyelesaikan dari masalah. Dengan tujuannya agar masalah ini dapat segera tuntas," ungkapnya.
 
Senada disampaikannya anggota lainnya, Yusuf Sikumbang. Dirinya mengatakan  pembayaran hutang eskalasi itu sudah jelas menyalahi aturan. Namun, mengapa juga di diskusikan sama Kemendagri. Ini, katanya, sudah jelas itu menolak anggaran tersebut ketika mereka ajukan, kenapa anggaran dibayar pula.
 
"Seharusnya yang di verifikasi itu yang kita sepakati dengan TAPD. Berarti eskalasi jadi 'penumpang; gelap yang dimasukkan tim TAPD Riau, ini memang kelakuan pihak eksekutif mengelabui legeslatif," katanya. Yusuf juga menyebutkan bahwa, dirinya bersedia menjadi saksi, jikalau ini permasalahanya pembayaran eskalasi masuk ke ranah hukum.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Beri
Selasa, 05 April 2016 09:24 wib
86 se lah
Ani
Selasa, 05 April 2016 06:41 wib
Bagi bagi se lah
Rino
Selasa, 05 April 2016 06:40 wib
Pedoman saja sama ayAm yang beterlor
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru