riau24 Pembahasan Eskalasi untuk Hak Angket ini Semakin Memblunder, ada Anggota DPRD Riau WO | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Pembahasan Eskalasi untuk Hak Angket ini Semakin Memblunder, ada Anggota DPRD Riau WO

4
Berita Riau -  Pembahasan Eskalasi untuk Hak Angket ini Semakin Memblunder, ada Anggota DPRD Riau WO
 
PeKanbaru, Riau24.com - Rapat internal pembahasan dibayarkan hutang eskalasi, sebesar Rp220 miliar oleh Pemprov Riau. Hal ini untuk kepastian diajukannya hak angket DPRD Riau. Namun pada pembahasan internal, malahanya antar anggota DPRD memanas.
 
Bahkan, saat rapat lanjutan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Riau Manahara Manurung, didampingi sejawatnya Sunaryo, Senin (4/4) ini memanas. Pasalnya, sejumlah anggota DPRD Riau ada bersikap Walk Out (WO), dikarena menilai rapat ini tidak beraturan, dan juga terkesannya blunder.
 
Kondisi ini, sesuai akan pantauan lapangan, awak media di ruangan medium. Malah sejumlah anggota DPRD Riau yang hadir diketika itu mempertanyakan kejelasan rapat internal. Karena, sudah setengah jam lebih rapat berlangsung, tapi pimpinan rapat justru belum bisa mengambil keputusan.
 
"Yang ingin kami tanyakan, duduk disini sebagai anggota DPRD ada diatur dalam UU. Berbicara harus sesuai tata perundangan berlaku.
Sekarang tolong pimpinan segera jelaskan rapat ini dasarnya sesuai apa dan tujuannya. Makanya, hal ini harus ada kejelasan. Harusnya dipahami," ujarnya.
 
Senada dengan Marwan Yohanes juga disampaikan anggota DPRD Riau lainnya yakni Masnur, dirinya mengatakan, pimpinan harus bisa menyelesaikan masalah ini. Agar, tidak adanya pemberitaan miring saat ini terjadi di masyarakat luas.
Maksudnya, jangan sampai hal ini menjadi kian blunder.
 
"Tidak tentu ujung pangkal harus dibahas, makanya Persepsi dan asumsi kita di dalam ruang rapat ini tidak ada yang sama. Karena itu, pimpinan diharap mendesain ulang rapat ini. Jikalau dirasa ada yang tidak beres, kita kan punya Badan Kehormatan Dewan, nanti biarkan urus," katanya.
 
Perbincangan mengenai masalah pembayaran hutang eskalasi juga mulai bergulir, para anggota mulai mempertanyakan ini kenapa hasil saat rapat verifikasi dengan pihak Kemendagri yang telah dilakukan pimpinan, tapi tidak disampaikan dalam rapat Banggar, pada waktu itu olehnya pimpinan. 
 
"Diketahui, tanggal 10 Desember hasil verifikasi itu telah sampai ke DPRD Riau. Kemudian tanggal 14 Desember kita sama-sama sudah membahas dalam rapat Banggar. Yang saya tanyakan itu, selama 4 hari ini kenapa didiamkan dengan begitu saja oleh pimpinan," sebut Asri Auzar ini.
 
Kesempatan itu, Muhammad Adil yang dari sejak awal getol minta kejelasan permasalahan ini selalu menyudutkan Noviwaldy Jusman. Terebih lagi pimpinan DPRD Riau saat ini tidak hadir didalam rapat Internal tersebut. Tentunya, yang terjadi ini katanya, sudah sepatut sikap pimpinan.
 
Terkait dengan penyebutan nama tersebut, ini membuat kalanganya anggota DPRD Riau menilai yang sikap demikian sudah melanggar tata tertib dewan. "Ini jelas sudah melanggar aturan dirapat internal, yang karena sudah menyebutkan nama salah pimpinan. Saya tidak setuju," katanya.
 
Untuk hal ini, Masnur belalu pergi keluar dari ruangan rapat internal tersebut. Namun rapat internal tu, tetap berlanjut dengan cercaanya pada salah seorang pimpinan. Ini, kian memanas dan akhirnya satu lagi anggota DPRD Riau Husaimi Hamidi tinggalkan ruangan rapat internal.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Ribut
Selasa, 05 April 2016 09:25 wib
rusuh karena belum terima bagian
Dewan
Selasa, 05 April 2016 09:25 wib
mana bagian saya.. ha ha
Indon
Selasa, 05 April 2016 06:38 wib
Ndak dapek bagian. Maka ada ribut
Ano
Selasa, 05 April 2016 06:36 wib
Ribut terus eskalasi
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru