riau24 Karena Warisan, Seorang Paman di Rohul Gugat Keponakannya | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Karena Warisan, Seorang Paman di Rohul Gugat Keponakannya

0
L.E Sihotang
Berita Riau -  Karena Warisan, Seorang Paman di Rohul Gugat Keponakannya

Rohul, Riau24.com - L. E Sihotang, pria setengah baya di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menggugat tiga keponakannya dari almarhumah istrinya ke Pengadilan Negeri (PN) Pasirpengaraian.

L. E Sihotang, warga Desa Sukamaju, Kecamatan Rambah menggugat ketiga keponakan dari istrinya Ester boru Sipakkar ke PN Pasirpangaraian, yang terdiri dari tergugat satu Jonner Sipakkar SH, tergugat dua Alter Maruli Agus Simanjorang, dan tergugat tiga Robert Sipakkar.

Ketiga keponakan dari istrinya tersebut digugat ke PN Pasirpengaraian pada 8 Oktober 2015, sesuai gugatan nomor 058/Pdt.G/2015/PN.Prp. Gugatan dilayangkan setelah mediasi yang dilakukan tidak mendapatkan solusi.

L.E. Sihotang merupakan suami dari almarhum Ester boru Sipakkar. Keduanya sudah tinggal serumah sejak 1979 silam dan pindah ke Kabupaten Rohul.

Meski mereka sudah tinggal serumah cukup lama, namun keduanya baru mengikuti pesta adat Batak pada tahun 1986 di Desa Sipardabuan, Kecamatan Pangaluran, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dengan mahar Rp4 juta dan kerbau yang diserahkan kepada orang tua tergugat.

"Secara adat perkawinan keduanya sah dan diakui. Namun oleh keponakannya diakui pernikahan mereka tak sah," ujar M. Nasir Sihotang, selaku Kuasa Hukum dari L.E. Sihotang, Senin (4/4/2016).

Nasir mengungkapkan dalam pokok perkara gugatan, harta peninggalan almarhum Ester telah dikuasai oleh ketiga tergugat. Sedangkan L.E. Sihotang sebagai suami sahnya tidak mendapatkan harta sama sekali.

Perkara gugatan terkait harta warisan, sambung Nasir, sudah mulai dipersidangkan. Dan pada hari ini, Senin, Majelis Hakim PN Pasirpangaraian yang dipimpin oleh Irpan Lubis menggelar pemeriksaan setempat atau sidang lapangan terhadap objek perkara di tiga desa, dan baru selesai sekira pukul 13.30 WIB.

"Pemeriksaan setempat juga dihadiri oleh penggugat dan tergugat," kata Nasir dan mengatakan beberapa objek perkara seperti kebun sawit dan rumah yang didatangi berada di Desa Teluk Aur dan Desa Sungai Kuning Kecamatan Rambah Samo, dan Desa Pematang Tebih Kecamatan Ujungbatu.

"Agenda sidang selanjutnya pemeriksaan saksi yang diajukan penggugat pada Senin 18 April mendatang," jelasnya.

Selaku Kuasa Hukum penggugat, Nasir mengakui selama dalam persidangan, termasuk sidang eksepsi, tergugat tidak mau mengakui jika penggugat L.E. Sihotang merupakan suami dari Ester boru Sipakkar.

Bahkan, keterangan pesta pernikahan adat dikeluarkan oleh Kades Sipardabuan, Kecamatan Arian Boho, Kabupaten Samosir, Sumut, sudah dikantongi penggugat dan diserahkan ke Majelis Hakim PN Pasirpengaraian.

Penggugat L.E. Sihotang mengakui dirinya juga tidak tahu ketika istrinya Ester meninggal dunia di akhir Juni 2015 silam. Ia menilai kematian istrinya tersebut terkesan ditutupi, karena jenazahnya langsung dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Samosir, Sumut.

"Kenapa setelah almarhum meninggal baru diakui tidak ada tali kekeluargaan. Padahal tergugat pertama (Jonner) disekolahkan oleh abang ini (L. Edward Sihotang)," ungkap Nasir.

Nasir menilai ada dua kejanggalan pasca Ester boru Sipakkar meninggal. Seperti Kades Teluk Aur, mengeluarkan surat keterangan janda Nomor 140/AC-PEN/27 tanggal 14 Maret 2014. Dalam surat ini, Kades menerangkan Ester tidak punya suami, padahal mereka belum pernah mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama.

Kejanggalan kedua, tergugat punya surat keterangan bahwa Ester meninggal di Kabupaten Samosir, Sumut. Padahal Ester meninggal di rumahnya di Desa Sungai Kuning, Kecamatan Rambah Samo.

Sementara itu, L.E Sihotang ‎mengaku kecewa dengan perbuatan ketiga keponakannya itu, padahal harta itu dirintis bersama istrinya dari nol, kok tega mereka merebutnya.

"Tak diakuinya aku sebagai pamannya, padahal kami yang sekolahkan si jonner itu sampai berhasi, malah mahar adat kuserahkan kepada orang tuanya," keluh L.E Sihotang kepada Riau24.com.

"Merintis dari nol aku bersama almarhum istriku, mau direbutnya pulak, gimana kalau abang punya harta mau diambil orang gimana coba," tutupnya.

 

R24/dev/ags‎‎

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru