riau24 Kasus Eksploitasi Anak, SA dan 3 Saudaranya Kini Dibina oleh Dinsos dan P2TP2A Pekanbaru | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Kasus Eksploitasi Anak, SA dan 3 Saudaranya Kini Dibina oleh Dinsos dan P2TP2A Pekanbaru

0
Berita Riau -  Kasus Eksploitasi Anak, SA dan 3 Saudaranya Kini Dibina oleh Dinsos dan P2TP2A Pekanbaru
Pekanbaru, Riau24.com- Kasus eksploitasi yang ditimpa bocah asal Rumai, SA (8) kini tengah berada dalam pembinaan dan pemulihan dari tekanan psikologi yang ia alami dari ibunya. Pembinaan ini dilakukan oleh Dinas Sosial (Dinsos) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Pekanbaru.
 
Pemulihan ini dilakukan di shelter Dinsos Kota Pekanbaru di Kecamatan Marpoyan Damai, dan masih bekum diketahui hingga kapan pemulihan akan dilakukan.
 
"Mereka ada empat bersaudara yang dilakukan pemulihan dan pembinaan disana. Yang paling tua itu B (16), R (12), NAB (10), SA (8) dan terakhir I (5) yang kesemuanya merupakan korban eksploitasi dari ibunya, Emi," ujar Konselor yang berasal dari P2TP2A Kota Pekanbaru, Herlia Santi, Selasa (5/4/2016).
 
R (12), merupakan bukan saudara kandung dari B, NAB, SA dan I. Santi mengungkapkan, R berdasarkan keterangan dari NAB adalah temannya yang ditemukan di belakang Masjid An-Nur, Pekanbaru.
 
"Yang satu lagi ini juga kita bina dan ditempatkan dalam satu tempat yang sama. Kita akan mencari tahu dimana posisi keluarganya sekarang karena bagaimana mungkin anak seusianya sudah tidak bersama keluarganya lagi," ungkal Santi.
 
Berdasarkan kesaksian SA, R hanya menumpang tinggal saja dengan keluarganya tanpa diperintahkan untuk mengemis seperti ia dan saudaranya.
 
Uang yang dikumpulkan oleh SA dan saudaranya yang lain setiap hari diserahkan kepada ibunya. Sementara setiap hari SA hanya diberikan uang jajan sebesar Rp 2 ribu.
 
"Kata SA, selain uangnya diserahkan pada ibunya, hasil mengemisnya juga diserahkan kepada abang-abangnya. Katanya itu di suruh oleh ibunya," urai Santi.
 
Kasus eksploitasi SA dan saudaranya yang tinggal di Jalan Tirtonadi, Kelurahanan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai mulai terkuak beberapa waktu lalu usai guru SA, melaporkan SA yang setiap hari mengantuk dan tidur di dalam kelas karena diperintahkan mengemis oleh ibunya.
 
R24/uci
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru