riau24 Kala Calon Jenderal Tersandung Sabu | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Nasional

Kala Calon Jenderal Tersandung Sabu

2
Kolonel Infanteri Jefri Oktavian Rotti
Berita Riau -  Kala Calon Jenderal Tersandung Sabu

Jakarta, Riau24.com - Kolonel Infanteri Jefri Oktavian Rotti, Komandan Kodim 1408 BS/1408 Makassar, ditangkap Satuan Polisi Militer (POM) saat pesta sabu. Bila dilihat dari jabatan yang diemban, Jefri bukan sembarang perwira.

Jabatan Dandim yang diembannya adalah jabatan strategis. "Dandim yang dijabat yang bersangkutan itu membawahi beberapa kota. Memang Dandim di beberapa kota besar dijabat perwira berpangkat kolonel," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigadir Jenderal Sabrar Fadhilah, saat berbincang, Rabu 6 April 2016.

Kolonel Jefri tidak sendirian saat Detasemen Polisi Militer VII/Mks meringkusnya di Hotel D Maleo, Lantai 12, Kamar PH 2, Jalan Pelita Raya, sekitar pukul 01.15 WIB. Seorang rekannya berpangkat Letnan Kolonel berinisial BS juga ikut diringkus. BS menjabat sebagai Kepala Pusat Komando Pengendalian (Kapuskodal) Kodam VII Wirabuana.

Selain itu, ada 5 warga sipil yang juga turut diamankan di dalam kamar tersebut. Mereka adalah Nasri (47), Bimang (38), Aswar (34), Fitry (27), dan Uci (30).

Sikap tak terpuji seorang perwira ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, seorang Komandan Pangkalan Angkatan Laut Semarang, Kolonel Laut Antar Setia Budi, juga ditangkap Personel Badan Narkotika Nasional (BNN) saat mengonsumsi sabu di Hotel Ciputra, Semarang, Jawa Tengah, 29 April 2013.

Deputi Pemberantasan BNN saat itu, Inspektur Jenderal Benny Joshua Mamoto mengungkapkan, pihaknya tidak menyangka pengembangan penangkapan sebelumnya terhadap personel Polri Iptu Hendri, menyeret Kolonel Antar.

Antar yang dikenal sebagai perwira cerdas di lingkungan AL ini pun terancam kariernya. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut saat itu, Laksamana Pertama Untung Suropati menegaskan, Kolonel Antar mendapatkan hukuman lebih berat. Sebab, pangkatnya saat ini bukanlah pangkat sembarangan.

"Bagi siapa pun yang bersentuhan dengan narkoba, karirnya stop, tidak naik pangkat, tidak disekolahkan, atau bahkan diberhentikan secara tidak hormat atau dipecat," kata Untung di kantor BNN, Senin 29 April 2013.

"Perintah KSAL jelas, apabila terbukti lagi yang bersangkutan akan dicopot dulu dari Danlanal Semarang," tegas Untung kala itu.

Lalu, apakal Kolonel Jefri akan diberikan sanksi serupa seperti yang diterima Kolonel Antar?

Brigjen Sabrar mengatakan, pihaknya akan tunduk pada aturan yang mengatur lingkungan militer. Ancaman pemecatan pun menjadi pertimbangan, sebab TNI AL berkomitmen penuh untuk perang melawan narkoba sejalan dengan komitmen pemerintah.

"Kalau pemecatan itu hukuman tambahan dari militer, tapi itu bisa jadi pertimbangan," terang Sabrar.


R24/dev/lip 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Rabu, 15 November 2017 04:12 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/jxUjddt.jpg
LarBrally
Jumat, 06 Oktober 2017 18:38 wib
Cheap Drugs viagra Viagra Venta Galicia Cheap Amoxil Buy
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru