riau24 Dialog Peran Perusahaan Pers di Era Mea, Ahmad Djauhar: Kita Harus Bangun Perusahaan Pers yang Sehat | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Dialog Peran Perusahaan Pers di Era Mea, Ahmad Djauhar: Kita Harus Bangun Perusahaan Pers yang Sehat

0
Berita Riau -  Dialog Peran Perusahaan Pers di Era Mea, Ahmad Djauhar: Kita Harus Bangun Perusahaan Pers yang Sehat
Pekanbaru, Riau24.com- Gelaran Muscab ke IV Serikat Perusahaan Pers (SPS) Cabang Pekanbaru dimulai dengan dialog bertemakan Peran Perusahaan Pers Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Era Mea. Dialog ini diisi oleh tiga narasumber yakni Ketua Harian SPS Pusat Ahmad Djauhar, Walikota Pekanbaru Firdaus dan Direktur Utama Bank Riau Kepri Irvandi Gustari.
 
Dalam dialognya, Djauhar mengatakan pada tahun 2015 lalu merupakan tahun yang berat bagi industri pers nasional, dimana terdapat beberapa industri pers mengaku mengalami kerugian.
 
"Ada ketimpangan pendapatan di tahun-tahun sebelumnya," kata Djauhar, Kamis (7/4/2016).
 
Mengatasi hal tersebut, Djauhar yang juga merupakan Wakil Ketua Dewan Pers mengungkapkan sudah ada langkah-langkah yang diupayakan Dewan Pers yakni menyelenggarakan verifikasi terhadap perusahaan pers. Hanya perusahaan pers yang sehat dan mampu menyajikan informasi secara sehatlah yang akan bertahan.
 
Saat ini, kata Djauhar, banyak jurnalis di daerah yang mengaku kepadanya bahwa mereka 'nurut' pada pihak tertentu hingga menciderai pemberitaan.
 
"Banyak pengakuan dari teman-teman di daerah bahwa mereka bergantung pada pihak tertentu. Akibatnya, jika pemimpin daerah itu diciduk oleh KPK, pers tidak berani mengkritisi pejabat tersebut," katanya.
 
"Saya pikir kita harus berani melakukan koreksi total terhadap hal ini. Terhadap verifikasi yang akan kita lakukan nanti, saya harap perusahaan pers mampu mematuhinya," lanjut Djauhar.
 
Sementara itu, untuk memperoleh perusahaan pers yang sehat, sambung Djauhar, kesejahteraan jurnalis seperti adanya jaminan kesehatan dan bagaimana hubungan antara jurnalis dan pimpinannya harus baik dan terpenuhi.
 
"Kalau perusahaan sudah mampu memenuhi hak-hak dasar itu tapi wartawan masih bandel, maka kita harus ambil tindakan tegas," pungkasnya.
 
R24/uci
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru