riau24 "Upaya Alternatif Cegah Karlahut di Gambut, RAPP telah Gunakan Tekhnologi Ekohidro pada Kanal" | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

"Upaya Alternatif Cegah Karlahut di Gambut, RAPP telah Gunakan Tekhnologi Ekohidro pada Kanal"

0
Model telemetic water gate and loggers didukung oleh jaringan GSM
Berita Riau -
 
Pelalawan, Riau24.com - Didalam mencegah terjadinya kekeringan dan kebakaran di lahan gambut, PT RAPP menerapkan tekhnologi ekohidro. Teknologi dibuat khusus untuk menjaga tinggi permukaan air sehingga tanaman industri itu dapat tumbuh subur sekaligus hal kelembaban lahan gambut tetap terjaga.
 
Gambut merupakan jenis tanah yang banyak mengandung sisa-sisa tumbuhan yang mati, dimana sebagian besar komposisi berupa air. Pada musim hujan, lahan bisa mampu simpan banyak air, tetapi saat musim kemarau air tersebut akan dilepaskan secara perlahan. Saat kering, gambut jadi sangat mudah terbakar, yang berdampak munculnya asap tebal.
 
Lahan gambut terbakar, sangat sulit diipadamkan dikarena dapat kering hingga kedalaman tertentu dan mudah terbakar. Mencegah terjadinya kekeringan dan serta 
kebakaran di lahan gambut, PT RAPP ini menerapkan tekhnologi ekohidro pada kanal-kanal yang terdapat di lahan operasional perusahaan.
 
"Ekohidro merupakan salah satu sistem dari pengaturan air yang diimplementasikanya perusahaan khusus di lahan gambut, dibuat berjenjeng seperti sisir (by pass sisir). Air diatur, dibuang dan dipertahankan sesuai kebutuhan dan musim. Dengan demikian, keasrian gambut tetap terjaga. Emisi, subsidensi, bahaya kebakaran dan kerusakan tanah semakin jauh kemungkinannya untuk terjadi," jelas Peatland Water Management RAPP, Romi Wahyuni.
 
Dalam rilis ini, Romi menegaskan bahwasa, RAPP terus berupaya mengembangkan tekhnologi yang telah dikaji oleh para ahli dari Deltares, CARBOPEAT, ProForest, dan Universitas Leicester (Inggris), Universitas Wageningen (Belanda) dan Universitas Helsinki (Finlandia) ini. Seperti pengunaan model telemetic water gate and loggers untuk mendukung sistem pengaturan air. Telematic water gate ini dapat dikendalikan dari jarak jauh karena dikombinasikan dengan teknologi telemetri yang didukung oleh jaringan GSM. 
 
"Hal tersebut digunakan untuk mengendalikan drainase secara real time. Dengan menerapkan teknologi telemetri ini, pengaturan muka air di kawasan HTI yang dikelola dapat dilakukan secara lebih akurat," terangnya.
 
Romi melanjutkan, tekhnologi ini terus dikembangkan perusahaan. Sebab, penerapan ekohidro dapat memberi manfaat keberagaman hayati, meminimalisir degradasi lahan gambut, mengurangi emisi karbon, dan dapat mencegah terjadinya kebakaran. 
 
"Sistem tata kelola air ini juga dinilai sebagai cara yang efektif untuk mengelola lahan gambut. Menurut Pak Basuki Sumawinata, seorang ahli gambut dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ketika berdiskusi dengan RAPP beberapa waktu yang lalu, menyatakan lahan gambut sesungguhnya dapat dimanfaatkan dan dikelola guna mendukung peningkatan perekonomian masyarakat. Kunci penting dalam pengelolaan lahan gambut dapat dilakukan melalui pengelolaan tata air secara baik dengan pembatasan drainase pada kawasan budidaya dan melindungi sistem hutan rawa gambut yang dilestarikan," jelas Romi.
 
Sementara itu, menurut pakar gambut dari Universitas Riau, Dr. Wawan menilai pengelolaan ekosistem gambut menggunakan teknologi mampu menjaga kelestarian lahan gambut. Tidak hanya lahan gambut, teknologi tersebut juga dapat diterapkan di hutan tanaman industri seperti perkebunan sawit dan perkebunan masyarakat.
 
"Dengan menggunakan teknologi ekohidro, kelembaban gambut dapat dipertahankan sehingga tidak kering saat musim kemarau, sehingga dapat mencegah terjadinya kebakaran lahan. Teknologi ini telah diterapkan oleh RAPP dengan sangat baik," kata Dr. Wawan.
 
Dr. Wawan menilai teknologi ini sudah saatnya diterapkan di lahan-lahan gambut di Indonesia, sehingga dapat meminimalisir kekeringan di lahan yang mudah terbakar tersebut.
 
“Dengan teknologi ekohidro, ekosistem gambut mempunyai potensi yang cukup besar untuk menjadi sumber kehidupan melalui pengelolaan yang dilakukan secara berkelanjutan," tuturnya.
 
R24/rul/rls
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru