riau24 Tim Penindakan dan Pencegahan KPK RI, Hanya Mensosialisasikan Antisipasi tak Terjadinya Korupsi | Berita Riau
Jumat, 09 Desember 2016

Tim Penindakan dan Pencegahan KPK RI, Hanya Mensosialisasikan Antisipasi tak Terjadinya Korupsi

2
Berita Riau -  Tim Penindakan dan Pencegahan KPK RI, Hanya Mensosialisasikan Antisipasi tak Terjadinya Korupsi
 
Pekanbaru, Riau24.com - Setelah melalui pertemuan tertutup antara Tim Penindakan dan Pencegahan KPK RI, bersama anggota DPRD Riau, bertempat di ruang medium pada Senin (11/4), dengan secara tertutup. Namun diketahui, hal itu mensosialisasikan untuk kedepan tidak adanya korupsi di Riau.
 
Diketahu pertemuan tersebut ada sebanyak 4 orang dari KPK RI ini datang ke DPRD Riau. Antara lain
Anwar Naja serta Herry Purnomo dari devisi penindakkan, juga ada Arief Nurcahyo serta Muhammad Najib dari divisi pencegahan. Dan pertemuan tertutup tersebut pada umumnya dihadiri anggota DPRD Riau.
 
Pertemuan tertutup tersebut yang dipercaya pada Manahara mimpin dengan didampingi sejawat Wakil Ketua DPRD Riau lainnya, adalah Noviwaldy Jusman serta Sunaryo. Sementara, pihak KPK RI saat itu dengan bergantian pula memberi 
pembekalan pada anggota DPRD Riau.
 
Usai pertemuan tertutup tersebut, Manahara saat dikonfirmasi akan kedatangan KPK RI mengatakan, bahwa tidak ada masalah krusial dibicarakan pada saat pertemuan ini. "Tidak ada masalah krusial itu dibicarakan. Hanya, paparan agar kedepan itu tak terulang korupsi," ujarnya. 
 
Tapi, sambung Wakil Ketua DPRD Riau ini, pada pertemuan tersebut sangat jelas yang dipaparkan oleh tim dari anti rasuah kepada rekan
anggota DPRD Riau. Disebutkan dia, kedatangan KPK RI ini, guna memberikan pembekalan didalam pencegahan korupsi terjadi pada lembaga ini.
 
"Sesuai pemaparan dari tim KPK RI itu, bahwasa diketahui Provinsi Riau ini merupakan satu dari tiga provinsi yang rawan akan korupsi. Dua provinsi lainya yaitu, Provinsi Sumatera Utara dan Banten. Tiga provinsi ini, didalam pengawasan dan pembinaan KPK RI," ungkap Manahara.
 
Dikatakannya, melalui sosialisasi ini, diharapkan sekiranya KPK RI bisa membimbing DPRD supaya melaksakan program APBD, dan menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Sehingganya, tidak keluar dari jalur yang ditetapkan dalam menjalankan dipemerintah daerah ini.
 
"Diakui, didalam pelaksanaannya APBD bisa saja keluar dari aturan yang berlaku. Dikarena aturan itu sudah banyak berubah dari pada sebelumnya. Maka, sosialisasi ini dapat diketahui, aturan mana saja peraturan berubah dan atau yang belum diketahui oleh rekan DPRD Riau," ujarnya.
 
Disinggung apa ada pembicaraan masalah eskalasi yang diributkan dalam sepekan ini ? Politisi PDIP inipun menyebutkan, memang hal tersebut ada dipertanyakan pada sebagiannya anggota DPRD Riau pada tim KPK RI. Tapi, dalam hal tersebut, dipaparkan bahwasanya ada aturanya.
 
Sementara itu salah seorang dari Tim KPK RI, Anwar Naja ini ketika dikonfirmasi, mengatakan, bahwa sekarang ini tahap sosialisasi dan pembekalan pada anggota DPRD Riau akan bahaya korupsi. "Kami ini hanya lakukan sosialisasi pada anggota DPRD Riau akan bahaya korupsi," ujarnya.
 
Sehingganya, kedepan tidak ada lagi terjadi korupsi, ujarnya, pada daerah Provinsi Riau. Sebab saat ini sambungnya, ada tiga provinsi yang rawan terjadinya korupsi di pemerintah esekutif dan legeslatif tersebut. Ketiga provinsi tersebut ada Riau, Sumatera Utara, serta Banten.
 
“Jadi melalui sosialisasi ini kiranya dapat membantu atau melakukan bimbingan pada legeslatif (DPRD, red) ke arah yang benar. Dengan, sehingga, tidak terjadi lagi hal-hal tidak diinginkan seperti halnya itu tersandung kasus korupsi. Dan ini jelas melawan aturannya hukum," kata Anwar.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Sisri
Selasa, 12 April 2016 08:13 wib
Tak betul tuch.mmm
Idi
Selasa, 12 April 2016 08:09 wib
Kpk harus seriuz
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam