riau24 Proses Hukum E, Seorang Ibu yang Memaksa Anaknya Mengemis Masih Berlanjut | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Proses Hukum E, Seorang Ibu yang Memaksa Anaknya Mengemis Masih Berlanjut

0
Berita Riau -  Proses Hukum E, Seorang Ibu yang Memaksa Anaknya Mengemis Masih Berlanjut
Pekanbaru, Riau24.com- Proses hukum kepada Ibu yang memaksa anaknya yakni SA (8) dan dua saudara lainnya untuk mengemis, masih terus berlanjut.  Kepala Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau, Esther Yuliani Manurung mengatakan hingga kini sudah dilakukan proses penyelidikan kepada E yang diduga menjadi satu-satunya pihak yang melakukan eksploitasi terhadap empat orang anak kandungnya.
 
"Masih penyelidikan. Tapi Ibu mereka kita tahan dulu karena berpotensi akan melakukan tindakan yang berbahaya kepada anak-anak ini. Kemarin si ibu ini mengancam anak-anak itu dengan senjata tajam dan itu dilakukan di depan kami, makanya itu di luar perkiraan kami," ujarnya.
 
Sedangkan ayah SA dan yang lainnya mengaku tak mengetahui jika anak-anaknya dipaksa untuk mengemis bahkan hingga dilakukan kekerasan baik secara fisik dan psikologis. "Dia tidak mengetahui karena sejak pagi hingga malam, dirinya memancing untuk dijual lagi sebagai sumber pencahariannya," ungkap Esther.
 
Esther mengatakan, saat ini kondisi piskologi dari SA (8) masih dilakukan pemulihan. Pemulihan dilakukan dari traumatik tekanan dari orang tuanya yang diduga kuat melakukan eksploitasi berlebihan padanya.
 
Hingga kini, Esther belum mengetahui hingga kapan SA serta 3 saudara kandungnya yang lain harus ditempatkan di shelter Dinas Sosial Kota Pekanbaru untuk masa pemulihan. Perkiraannya paling tidak SA dan saudaranya yang lain akan berada di bawah pengawasan Dinsos, LPA serta LSM anak hingga 2 bulan ke depan.
 
"Sekarang masih seminggu setelah SA dan saudaranya yang lain ditempatkan di shelter. Tugas kita sekarang masih belum bisa menggali banyak informasi kepada mereka. Karena sangat beresiko ketika kita menggali info kepada mereka sedangkan mereka tidak merasa nyaman dengan kita. Makanya yang kita lakukan sekarang adalah menjadi sahabat mereka," pungkas Esther.
 
R24/uci
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru