riau24 Kepala BNN Sulut: Butuh 115 Tahun untuk Sembuhkan 43 Ribu Pecandu | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Kepala BNN Sulut: Butuh 115 Tahun untuk Sembuhkan 43 Ribu Pecandu

1
Barang bukti jenis sabu 15,5 Kg yang berhasil diamankan Polisi dari tersangka Warga negara Nigeria, Jakarta, Jumat (6/3/2015). Modus yang dilakukan dalam sindikat tersebut melalui mesin pompa air.
Berita Riau -  Kepala BNN Sulut: Butuh 115 Tahun untuk Sembuhkan 43 Ribu Pecandu

Palembang, Riau24.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Utara, Sumirat Dwiyanto mengungkapkan ada 43.589 orang pecandu narkoba yang direhabilitasi di Sulawesi Utara. Untuk memulihkan puluhan ribu orang itu, BNN membutuhkan waktu 115 tahun.

Menurut Sumirat, jumlah pecandu di Sulut rata-rata meningkat 1.500 orang per tahun. Sementara, sesuai anggaran, BNN Sulut hanya bisa merehabilitasi 370 orang per tahun.

"Dan butuh 115 tahun untuk menuntaskan rehabilitasi bagi 43.589 orang pecandu narkoba di Sulut," papar Sumirat kepada Komisi IV Bidang Kesra, Selasa, 12 April 2016.

Dia mengatakan, masuknya narkoba di Sulut lewat jalur darat, laut dan udara. Biasanya, kata dia, narkoba yang masuk melalui jalur udara berasal dari Singapura, Tiongkok, Jakarta, Ternate, Balikpapan, Surabaya dan Makassar.

Sementara, yang melalui jalur laut kebanyakan dari Filipina ke Sangihe, ke Bitung dan Manado. Lalu dari Papua ke Bitung, Jakarta ke Bitung dan Ternate ke Bitung dan Manado. Sedangkan untuk darat, melalui jalur trans Sulawesi, yakni Makassar dan Palu.

Karena itu, Sumirat mengatakan, BNN membutuhkan bantuan seluruh elemen masyarakat untuk menyosialisasikan anti-narkoba serta dampaknya bagi masa depan generasi muda dan bangsa.

Sementara Anggota Komisi IV, Herry Tombeng mengatakan, penanganan dan pemberantasan narkoba di Sulut harus disertai dengan alokasi anggaran di APBD.

"Entah itu anggaran yang dihibahkan, atau bagaimana, yang pasti Pemerintah Propinsi harus membantu anggaran untuk pemberantasan dan penanganan narkoba ini," ujar Herry.

Dia mengatakan, dalam penganggarannya nanti, alokasi untuk penanganan dan pemberantasan narkoba harusnya disamakan dengan bencana alam.

"Karena permasalahan narkoba ini sama dengan bencana alam yang memakan korban dan kerugian yang tidak sedikit. Bahkan, narkoba bisa merugikan masa depan generasi muda dan bangsa ini. Jadi seharusnyalah ada bantuan anggaran untuk BNN atau bagi seluruh pihak yang terkait dengan pemberantasan narkoba," ucap Herry.


R24/dev/lip 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Rabu, 15 November 2017 04:32 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/jxUjddt.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru