riau24 Wah.. Sudah 6 Bulan, 500 Anggota Koptan Timiang Raya Rohul Belum Terima Gaji | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Wah.. Sudah 6 Bulan, 500 Anggota Koptan Timiang Raya Rohul Belum Terima Gaji

0
Sulaiman
Berita Riau -  Wah.. Sudah 6 Bulan, 500 Anggota Koptan Timiang Raya Rohul Belum Terima Gaji

Rohul, Riau24.com - Sejak Oktober 2015 silam hingga April 2016, atau enam bulan, 500 anggota Kelompok Tani (Koptan) Timiangan Raya Desa Lubuk Napal, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tidak gajian dari pola kemitraan plasma dengan perusahaan.

Dampaknya anggota Koptan Timiangan Raya Desa Lubuk Napal, Kecamatan Rambah Samo menjerit. Apalagi saat ini ekonomi masyarakat sedang masa sulit.

Safri misalnya. Anggota Koptan Timiangan Raya ini mengaku kecewa dengan pengurus karena sudah enam bulan mereka tak gajian yang besarnya antara Rp120 ribu hingga Rp200 ribu per bulan. Apalagi dana dari perusahaan sudah masuk ke rekening koperasi.

"Adanya konflik internal ini, seharusnya pengurus cepat tanggap, cepat selesaikan, sebab sudah sampai enam bulan belum gajian. Apalagi saat ini ekonomi sedang sulit," kata Safri, Selasa (12/4/16).

Safri mengharapkan pengurus Koptan Timiangan Raya secepatnya selesaikan masalah internal, sehingga tidak menimbul gejolak.

Sementara itu, Ketua Koptan Timiangan Raya Desa Lubuk Napal, Sulaiman, membenarkan sekira 500 anggota koperasinya belum gajian enam bulan belakangan.

Gaji anggota tersendat menyusul adanya surat dari tiga kelompok anggota yang menuntut haknya 60 persen dari kerjasama plasma atau pola KKPA dengan PT. Sawit Asahan Indah (SAI), melalui PT. Eka Dura Indonesia (EDI). Sedangkan 40 persen lain merupakan jatah masyarakat.

Dalam suratnya diketahui Kades Lubuk Napal Syofyan, tiga kelompok anggota koperasi mengakui mereka merupakan perintis pola kemitraan dengan PT. SAI tersebut. Apalagi sudah ada perjanjian sebelumnya.

"Mereka menuntut pembagian 60 persen. Namun karena pengurus tak mau ambil risiko, alhasil sejak Oktober 2015 hingga Maret 2016, ratusan anggota belum terima gaji," jelas Sulaiman, Senin.

Sulaiman mengakui pengurus belum mengantongi bukti perjanjian atau kesepakatan tertulis pembagian 60 persen untuk kelompok perintis, dan 40 persen untuk masyarakat.

"Karena masalah surat dari tiga kelompok inilah, dan sesuai saran Kades (Lubuk Napal), gaji ditunda sampai permintaan tiga kelompok 60 persen terealisasi," katanya.

Sulaiman menambahkan pengurus belum realisasikan permintaan kelompok petintis karena pengurus sendiri tidak punya acuan kesepakatan.

Pengurus tetap mengacu Keputusan Bupati Rohul Achmad, Nomor 46 Tahun 2011, diteken 17 Februari 2011, yakni jumlah calon penerima plasma (CPP) 500 anggota.

"Mari kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin. Sehingga tidak ada permasalah ke depan. Dampak belum terima gaji sejak Oktober-April, ini mempengaruhi ekonomi masyarakat. Apalagi saat ekonomi sulit seperti ini," jelasnya.

Sulaiman mengungkapkan Koptan Timiangan Raya punya lahan 1.000 hektar dibangun sejak 1999 silam. Dari jumlah itu, baru sekira 702 ha lahan terkelola atau sudah ditanami tanaman kelapa sawit. Namun, baru sekira 450 ha lahan yang sudah bisa dipanen.

Di tempat terpisah, Kades Lubuk Napal, H. Syofyan, mengakui kesepakatan pembagian 60 persen untuk kelompok perintis memang ada dilakukan, dan diketahui oleh Camat Rambah Samo, Kapolsek Rambah Samo, dan Koramil setempat.

Saat pendirian Koptan Timiangan Raya, ada perjanjian 40 persen hasil panen untuk masyarakat tempatan, dan 60 persen lagi untuk anggota perintis, atau masyarakat yang mandah di rimba saat dimulainya pola kemitraan dengan PT. SAI, atau imas tumbang di lahan.

"Di Kantor Camat itu ada, di Kapolsek juga ada, Koramil juga," jelas Syofyan.

Syofyan mengakui dulunya Lubuk Napal merupakan sebuah dusun dan masih masuk di wilayah administrasi Desa Rambah Samo, Kecamatan Rambah Samo. Karena dirinya belum lama menjabat Kades Lubuk Napal, sehingga ia belum punya bukti tertulis hasil kesepakatan anggota Koptan Timiangan Raya dengan pengurus sebelumnya.
alexa.com


R24/dev/ags

 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru