riau24 Bocah `Dewa Hanoman` dari Pedalaman Kalimantan Mendunia | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Video

Bocah `Dewa Hanoman` dari Pedalaman Kalimantan Mendunia

0
Hirsute Muhammad Raihan
Berita Riau -  Bocah `Dewa Hanoman` dari Pedalaman Kalimantan Mendunia

Jakarta, Riau24.com - Wajahnya tidak seperti anak kebanyakan. Di bagian kepala bocah bernama Hirsute Muhammad Raihan, 13 tahun itu banyak ditumbuhi bulu.Bulu-bulu sepanjang 3 inci setara 7-8 sentimeter menjulur begitu lebat di pelipis bocah yang tinggal di Desa Mamburung, Kalimantan Utara ini. Alisnya pun tampak begitu tebal. Hingga membuat wajah bocah remaja ini mirip serigala.

Raihan merupakan bocah yang dinyatakan mengidap Werewolf Syndrom dalam dunia medis. Sindrom ini menimbulkan kelainan pada tubuh penderitanya berupa tumbuhnya bulu di sekujur tubuh.

Raihan sempat menjalani pengobatan agar terbebas dari sindrom tersebut. Tetapi, belakangan dia lelah hingga akhirnya memutuskan untuk berhenti menjalani pengobatan.

Raihan kemudian menganggap kelainan yang ada pada tubuhnya sebagai anugerah Tuhan. Alhasil, kelainan itu justru menjadi keunikan tersendiri bagi Raihan.

Keunikan yang dimiliki Raihan kemudian mendapat sorotan dunia. Sejumlah media luar negeri memberitakan kasus yang dialami Raihan, salah satunya adalah harian online Mirror.

Ini lantaran kasus yang dialami Raihan cukup langka. Sejauh ini, dunia kedokteran belum menemukan penangkal dari sindrom yang diidap Raihan.

Warga sekitar rumah Raihan menjuluki bocah itu sebagai jelmaan Hanoman. Raja Kera dalam mitologi Hindu. Ini lantaran tubuhnya dipenuhi banyak bulu.

Bahkan warga percaya Raihan punya kekuatan khusus. Padahal, bocah ini merupakan seorang Muslim.

"Saya tidak peduli penilaian mereka, beberapa orang menertawakan saya, beberapa lainnya mendatangi saya berharap mendapat berkah," kata Raihan.

"Mereka mengira saya dewa atau punya kekuatan khusus, tapi ini tidak masalah karena saya tahu saya terlihat berbeda," kata dia.

Ibu Raihan, Pardan, yang baru saja kehilangan suaminya 10 bulan lalu mengaku sempat khawatir dengan kondisi anaknya. Dia sempat membawa Raihan ke sejumlah dokter untuk menjalani pengobatan.

Beberapa dokter pun menawarkan solusi dengan operasi laser. Tetapi, operasi itu butuh biaya yang sangat besar hingga akhirnya Pardan memutuskan untuk menghentikan pengobatan Raihan.

Berikut videonya :


Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru