riau24 Masuk Panama Papers, Ketua BPK Akui Belum Lapor Kekayaan | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Nasional

Masuk Panama Papers, Ketua BPK Akui Belum Lapor Kekayaan

0
Ketua BPK Harry Azhar Azis
Berita Riau -  Masuk Panama Papers, Ketua BPK Akui Belum Lapor Kekayaan
Jakarta, Riau24.com - Skandal Panama Papers juga melibatkan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis. Harry mengakui bahwa dirinya saat ini belum melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain Harry, dalam dokumen yang memuat nama-nama pesohor dunia, terdapat beberapa pejabat di lingkungan pemerintah RI.
Seperti Rini Soemarno (Menteri BUMN), Oesman Sapta Odang (Wakil Ketua MPR RI), serta salah satu politisi PPP Dian Faridz.

Saat disinggung tentang kepastian akan melapor harta kekayaan yang dimilikinya, Harry hanya menjawab singkat.
 "Ya, saya akan lapor (LHKPN)," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/4/2016).

Harry sebelumnya telah mengakui bahwa ia memiliki perusahaan Sheng Yue International Limited di salah satu negara bebas pajak, British Virgin Islands (BVI) dua tahun silam. Namun sejak ia menjabat sebagai direktur, perusahaan yang didirikannya bersama keluarga tersebut dirinya sudah tidak lagi aktif per 1 Desember 2015. Hal ini dilakukan, sejak menjabat menjadi Ketua BPK Desember 2014 yang lalu, ia tidak memiliki waktu untuk mengurus perusahaan tersebut dan sudah menyerahkan ke orang lain.

Dari data Panama Papers, terungkap banyak pejabat negara Indonesia yang belum melaporkan LHKPN kepada KPK per Maret 2016. Tercatat sekitar 90 ribu orang belum melaporkan LHKPNnya.

Sekretaris Jenderal Fitra, Yenny Soetjipto mengatakan, Panama Papers sangat berkaitan jika coba dibandingkan dengan LHKPN KPK sebagai bentuk nyata transparansi dan akuntabilitas pejabat negara.

"Ini termasuk cacat integritas. Meskipun bukan mayoritas nama pengusaha yang termasuk dalam Panama Papers, tapi terungkapnya beberapa pejabat RI yang termasuk dalam Panama Papers tersebut, menunjukkan kalau hal itu sudah termasuk cacat integritas," katanya di Kantor Seknas Fitra, Jakarta, hari ini.
alexa.com


R24/dev

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru