riau24 Mengapa Filipina Susah Berantas Abu Sayyaf? | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Internasional

Mengapa Filipina Susah Berantas Abu Sayyaf?

0
Berita Riau -  Mengapa Filipina Susah Berantas Abu Sayyaf?

Riau24.com - Sepuluh warga negara Indonesia dan empat warga negara Malaysia hingga kini belum lepas dari sekapan kelompok militan Abu Sayyaf. Sebaliknya, 18 prajurit terbaik Filipina tewas sia-sia dalam sebuah penyergapan (ambush) di Tipo-tipo, Basilan, pada Sabtu lalu.

Naas. Begitulah kata yang tepat diucapkan. Namun apa daya, strategi gerilya kelompok yang dikenal sebagai Al Harakat Al Islamiyya (Harakatul Islamiyah) ini harus diakui lebih unggul ketimbang militer Filipina meskipun telah mendapat pelatihan antiteror dan pendanaan dari Amerika Serikat sejak 2001 era Presiden Gloria Macapagal Arroyo.

Sebegitu hebatkah Abu Sayyaf sampai-sampai Filipina seperti tak mampu memberangus kelompok yang mendiami wilayah Basilan, Filipina Selatan itu?

Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Paramadina, Emil Radiansyah, mengatakan, Abu Sayyaf memiliki sejarah panjang untuk memperjuangkan berdirinya negara Islam di negara mayoritas beragama Katholik itu.

Kelompok ini berdiri pada 1991 oleh Abdurajak Abubakar Janjalani, mantan anggota Front Nasional Pembebasan Moro (MNLF), yang kecewa lantaran tidak terwujudnya pemberian Otonomi Khusus Filipina Selatan oleh Manila (sebutan untuk Pemerintah Pusat Filipina).

Unggul strategi dan lokasi

Kelompok ini terdiri dari berbagai milisi Islam yang berbasis di sekitar kepulauan selatan Filipina, antara lain Jolo, Basilan, dan Mindanao.

"Sosok kelompok ini pun cukup disegani karena mereka selalu menggunakan teror dan kekerasan. Jadi, masyarakat menjadi takut untuk melapor ke pemerintah," kata Emil kepada VIVA.co.id, Kamis, 14 April 2016.

Pelafalan nama Abu Sayyaf diambil dari nama Profesor Abdul Rasul Sayyaf yang merupakan nama pejuang Mujahidin di Afganistan era pendudukan Uni Soviet.

Selain itu, Emil mengungkapkan, letak geografis juga menjadi keunggulan Abu Sayyaf dalam melakukan operasi. Pasalnya, Filipina dan Indonesia adalah negara kepulauan yang harus dijangkau oleh angkutan laut dan udara.

Apalagi, Filipina Selatan sangat dekat dengan Malaysia di Kalimantan Utara dan Pulau Sulawesi. Daerah ini merupakan perairan yang dikuasai Abu Sayyaf. Sebagai contoh, tertangkapnya 10 ABK WNI dan empat warga Malaysia karena melewati perairan tersebut.

"Mereka (Abu Sayyaf) sangat mengenai daerah kekuasaannya. Di mana harus berdiam diri, bergerak, menyergap lalu lari. Ini namanya taktik gerilya. Sulit untuk mendeteksi keberadaan mereka karena suka nomaden (berpindah-pindah), khususnya bagi militer Filipina," tutur dia.

Tak hanya strategi dan letak geografis, Abu Sayyaf juga memiliki persenjataan modern.

Menurut Ali Fauzi Manzi, pengamat terorisme dan mantan aktivis gerakan radikal asal Lamongan, Jawa Timur, walau tak se-update militer Filipina, Abu Sayyaf disebut-sebut memiliki banyak senjata granat antitank (rocket- propelled grenade/RPG), senapan serbu M-16 dan AK-47, juga tersedia dalam jumlah besar.

Ali, yang juga adik pelaku Bom Bali 2002 Amrozi, Ali Gufran, dan Ali Imran, mengetahui detail tersebut karena pernah mengikuti pelatihan militer di Mindanao saat bergabung dengan Moro Islamic Liberation Front (MILF), sempalan MNLF.

Ia pun mengaku pernah "bersentuhan" dengan kelompok Abu Sayyaf pada 2002-2005.

"Mereka diajarkan memiliki kemampuan memodifikasi senjara, sehingga memiliki jarak tembak lebih jauh dan akurat. Apalagi memiliki pengalaman lama dalam pertempuran menghadapi Filipina. Jadinya sudah biasa," kata Ali Fauzi kepada VIVA.co.id.

Bahkan, mengutip situs Nytimes, terbunuhnya 18 tentara Filipina karena didukung oleh peluncur granat M203 dan pengerahan kekuatan dengan cepat hingga mencapai jumlah 100-150 orang. Tak pelak, situasi ini menyebabkan jatuh korban dalam jumlah yang besar dari militer Filipina.


Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru