riau24 Mario, Si Penyusup Pesawat Garuda Indonesia Bingung Saat Menerima Vonis Hakim | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Mario, Si Penyusup Pesawat Garuda Indonesia Bingung Saat Menerima Vonis Hakim

0
Mario Steven Ambarita
Berita Riau -  Mario, Si Penyusup Pesawat Garuda Indonesia Bingung Saat Menerima Vonis Hakim
Pekanbaru, Riau24.com - Masih ingat dengan kasus Mario Steven Ambarita, seorang penyusup ke rongga pesawat Garuda Indonesia pada Selasa, 7 April 2015 yang lalu ?

PN Pekanbaru akhirnya memutuskan vonis lima bulan penjara atas perbuatannya pada  Kamis (14/4/2016). Namun sesaat setelah dijatuhi vonis, Mario tampak kebingungan mengambil sikap, apakah mengajukan banding atau menerima putusan tersebut.

Atas seizin majelis hakim yang diketuai oleh Irwan Effendi, Mario menemui ibunya, Tiar Sitanggang yang duduk dikursi pengunjung untuk berdiskusi mengenai vonis tersebut. Karena dari pihak majelis hakim, tidak memperbolehkan Mario berdiskusi diluar persidangan.

Saat ibu dan anak itu terlibat percakapan singkat, Tiar Sitanggang tampak tidak bisa menahan kesedihannya. Tidak terlihat jelas apa yang dibicarakan oleh keduanya, namun Mario hanya berbisik sambil mengenggam erat tangan ibunya.

Namun karena Mario masih tampak kebingungan, Hakim Irwan menyarankan Mario untuk berpikir dahulu selama seminggu, sehingga dengan waktu selama tujuh hari itu bisa digunakan Mario untuk berdiskusi lebih lanjut dengan keluarganya.

"Mario, begini saja, kami memberikan Anda waktu tujuh hari untuk pikir-pikir. Silahkan diskusikan yang terbaik untuk Anda. Kalau sudah mendapat jawaban, silahkan beritahukan ke Bu Jaksa, apakah mau menerima vonis tersebut atau mengajukan banding," ujar Irwan.

"Saya sangat sedih," ujar Tiar Sitanggang  sambil mengusap air matanya yang jatuh saat ditanyai mengenai perasaannya tentang putusan yang diterima Mario.
 
Di luar ruang sidang, Mario dan Ibunya mendapat penjelasan dari Jaksa Neni Lubis tentang teknis banding atau pun menerima putusan PN Pekanbaru.

Adapun vonis hukuman yang diterima oleh Mario lebih ringan dari tuntutan JPU Neni Lubis. Sebelumnya, Jaksa meminta majelis hakim agar menjatuhkan vonis selama tujuh bulan.

Dalam vonisnya, hakim menyatakan Mario terbukti bersalah melanggar melanggar Pasal 421 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.
Mario dinyatakan bersalah karena nekad menerobos kawasan terbatas di landasan pacu Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan masuk kerongga pesawat Garuda Indonesia. Mario yang sempat berada di wilayah hampa udara selama 90 menit rute penerbangan Pekanbaru-Jakarta, ditemukan petugas Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dalam keadaan menggigil hebat dan telinga yang mengeluarkan darah.

Pada saat persidangan sebelumnya, Mario mengaku bila aksi nekadnya ini dilakukan karena ia mendapat bisikan gaib yang menyuruhnya untuk menyusup ke rongga pesawat dengan rute penerbangan ke Jakarta.


R24/dev
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru