riau24 Diperkirakan Lebih Dari 246 Korban Tewas Akibat Gempa Ekuador | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Internasional

Diperkirakan Lebih Dari 246 Korban Tewas Akibat Gempa Ekuador

0
Gempa Ekuador
Berita Riau -  Diperkirakan Lebih Dari 246 Korban Tewas Akibat Gempa Ekuador
Jakarta, Riau24.com - Gempa berkekuatan 7.8 skala Richter yang menghantam Ekuador pada Sabtu, 16 April 2016, membuat tim penyelamat masih terus mencari korban jiwa pada kejadian tersebut. Tercatat, sekitar 246 korban tewas dan 2,500 korban luka-luka yang diakibatkan oleh guncangan dahsyat itu.
Sekitar 10 ribu pasukan dan 3.500 polisi turut dikerahkan untuk membantu evakuasi korban bencana.

Dugaan sementara, korban tewas akan terus bertambah. Gempa ini tercatat sebagai petaka terbesar dalam satu dekade.

Presiden Ekuador, Rafael Correa saat mengunjungi Italia, mengatakan mencari korban selamat adalah prioritas utama saat ini.

Di Manta, kota yang mendapat goncangan gempa paling hebat, Wakil Presiden Jorge Glas bertemu dengan penduduk yang memohon padanya untuk menyelamatkan korban yang masih terperangkap di dalam reruntuhan. Namun Glas mengatakan, sangat berisiko untuk membantu warga yang terjebak menggunakan alat berat. Karena hal itu bisa melukai warga itu sendiri. Usaha untuk menyeberangkan para pasukan menggunakan helikopter dan bus terhalang oleh adanya tanah longsor yang diakibatkan oleh lindu. Beberapa warga nekad menggali reruntuhan dengan tangan kosong untuk menolong korban selamat yang tertimpa reruntuhan bangunan.

Suplai makanan dan kebutuhan lainnya mulai disediakan, serta bantuan internasional pun mulai berdatangan, yang pertama kali datang dari Venezuela dan Meksiko.

Kolumbia bahkan bersedia mengirimkan tim penyelamat beserta anjing pelacak, dan angkatan laut mereka akan mengantarkan persediaan air bersih ke daerah yang terkena dampak.

Walikota Pedernales, Gabriel Alcivar, yang berada tak jauh dari pusat gempa, mengatakan bahwa seluruh kota 'datar' dengan tanah, dan tak ada yang bisa mereka lakukan, ditambah dengan mulai bergeraknya para penjarah.

"Kami mencoba segala cara, namun hampir tak ada yang bisa dilakukan," katanya.

Laporan kerusakan masih terus bertambah, dengan adanya jembatan runtuh di bagian selatan Guayaquil sejauh 300 km, dan laporan dari seorang wanita di Manta yang mengatakan bahwa keluarganya masih terperangkap di dalam rumah setelah lantai tiga bangunan tersebut runtuh.

Seorang warga bernama Cristian Ibarra Santillan sedang berada di ibukota Quito ketika gempa terjadi. Laki-laki itu menjelaskan bahwa selama dua bulan belakangan memang sudah sering terjadi guncangan-guncangan kecil selam 20 atau 30 detik, namun kali itu guncangan yang dirasakannya berbeda dari yang biasanya.

"Awalnya aku berlindung di bawah meja dengan anjingku, namun guncangannya semakin kuat dan sepertinya akan lama, lalu aku menggendong anjingku lari keluar rumah," jelasnya

Lindu yang terjadi pada Sabtu 16 April 2016, merupakan gempa terbesar setelah gempa pada tahun 1979. Dilaporkan terhitung lebih dari 130 gempa susulan terjadi.

Badan Penelitian Geologi AS mengatakan bahwa pusat gempa terjadi di kedalaman 19.2 km, sekitar 27 km dari Muisne, di daerah yang tidak rapat penduduk.


Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru