riau24 Pengusaha di Nias Persoalkan Penagihan Pajak KPP Sibolga | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Pembunuhan Pegawai Pajak

Pengusaha di Nias Persoalkan Penagihan Pajak KPP Sibolga

4
Pascapembunuhan dua petugas pajak sejumlah pengusaha di Gunungsitoli mempersoalkan tindakan KPP Pratama Sibolga atas penagihan pajak yang bernilai puluhan miliar dan diduga menyalahi aturan. Aktivitas jual beli hasil bumi di Nias
Berita Riau -  Pengusaha di Nias Persoalkan Penagihan Pajak KPP Sibolga
Jakarta, Riau24.com - Pascapembunuhan dua orang petugas penagih pajak di Kota Gunungsitoli Sumatera Utara, sejumlah pengusaha lokal di Gunungsitoli mempersoalkan tindakan KPP  Pratama Sibolga atas penagihan pajak yang bernilai puluhan miliar dan diduga menyalahi aturan dan merasa diperas.

Terkuaknya  penagihan pajak  puluhan miliaran rupiah yang terus dilakukan KPP Pratama Sibolga di Kepulauan Nias terhadap sejumlah pengusaha lokal tidak sebanding dengan aset bahkan omset yang dikelola para pengusaha di Kepulauan Nias.

Salah satunya seperti yang dialami  seorang pengusaha lokal Faebua Dodo Harefa yang dikenai pajak sebesar Rp31 miliar setelah ditelusurinya pajak tersebut semestinya ditanggung oleh salah satu pengusaha di daerah Sumatera Barat tempat dia menyalurkan hasil buminya.

“Pada hari yang sama, dimana kedua pegawai pajak dihabisi nyawanya oleh AL, kami juga didatangi dengan menyerahkan surat sita karena memiliki utang pajak sebesar Rp31 miliar, dan saya sudah menelusuri hal tersebut tidak benar,” jelas Faebua Dodo.

Faebua Dodo, menuturkan saat ini dia tengah melakukan sanggahan terhadap jumlah tunggakan pajak tersebut hingga mencapai miliaran rupian. “Saya bersama jasa konsultan tengah menyanggah tunggakan pajak tersebut, meski saya jual semua aset saya maka tidak akan menutupi tunggakan pajak yang mereka maksud tersebut,” tandasnya.

Ironisnya hampir semua pengusaha lokal yang dikenai tunggakan pajak hingga miliaran rupiah di Kota Gunungsitoli, tidak sebanding dengan aset dan modal yang di kelola karena sebagian utang pinjaman bank dengan bunga uang yang harus mereka bayarkan.

Akibat praktik penagihan sejumlah tunggakan pajak yang ditagihkan pihak KPP  Pratama Sibolga, kepada wajib pajak di Pulau Nias sejumlah pengusaha ada yang merugi dan bangkrut selain itu ada yang memilih menyanggah surat tagihan tersebut.

Seperti halnya yang dialami oleh Marinus Gea, salah seorang pengusaha jual beli getah karet, dirinya ditagih tunggakan pajak yang bernilai Rp17 miiliar lebih dan setelah disanggah pengusaha tersebut akhirnya hanya menebus Rp93 juta saja.

“Saya hampir kena jantungan, dengan kedatangan mereka yang menyampaikan tunggakan pajak yang harus saya bayarkan dengan angka fantastis hingga Rp17 miliar lebih, padahal keuntungan saya dalam setahun tidak mencapai miliaran rupiah,” timpalnya.

Tidak adanya sosialisasi wajib pajak kepada pengusaha serta tidak bisa menjelaskan dasar penetapan pajak secara rinci kepada setiap pengusaha lokal di Nias, praktik tagihan tunggakan sejumlah pajak miliaran tumbuh subur di Pulau Nias.  

Hingga berita ini diturunkan belum mendapat konfirmasi dari kantor pajak setempat atas keberatan para pengusaha di Nias ini.
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Jumat, 17 November 2017 18:37 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/XEgqzEP.jpg
Lady Mia
Rabu, 04 Januari 2017 09:15 wib
KABAR BAIK!!! Nama saya Aris. Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya telah penipuan oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 Juta) dalam waktu ku
Irene angga
Selasa, 27 September 2016 13:38 wib
Halo, Hari baik untuk orang-orang baik dari Indonesia, saya mrs Irene Angga, saya ingin berbagi kemenangan saya tentang cara ibu yang baik Mrs. Esabel membantu saya dan mengubah cerita kehidupan seluruh keluarga saya dengan pinjaman besar, saya adalah seorang korban janji-janji palsu pemberi pinjaman dan aku kecewa. Saya telah kehilangan Rp20.000.000 ketika saya diterapkan untuk Rp450,000,000. i hampir mati, saya tidak punya tempat untuk pergi. Bisnis saya akan hancur, dan dalam proses saya kehi
Irene angga
Selasa, 27 September 2016 13:37 wib
Halo, Hari baik untuk orang-orang baik dari Indonesia, saya mrs Irene Angga, saya ingin berbagi kemenangan saya tentang cara ibu yang baik Mrs. Esabel membantu saya dan mengubah cerita kehidupan seluruh keluarga saya dengan pinjaman besar, saya adalah seorang korban janji-janji palsu pemberi pinjaman dan aku kecewa. Saya telah kehilangan Rp20.000.000 ketika saya diterapkan untuk Rp450,000,000. i hampir mati, saya tidak punya tempat untuk pergi. Bisnis saya akan hancur, dan dalam proses saya kehi
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru