riau24 Kisah Gadis Yang Terpaksa Jadi Pelacur Hingga Dijadikan Pemuas Nafsu Ayah Kandungnya | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Peristiwa

Kisah Gadis Yang Terpaksa Jadi Pelacur Hingga Dijadikan Pemuas Nafsu Ayah Kandungnya

1
Korban
Berita Riau -  Kisah Gadis Yang Terpaksa Jadi Pelacur Hingga Dijadikan Pemuas Nafsu Ayah Kandungnya
Jakarta, Riau24.com - Sungguh memprihatinkan kehidupan yang harus dijalani oleh seorang gadis remaja berinisial JF.

Setelah ia berhasil kabur dari rumah bordil di Kawasan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, gadis 14 tahun itu terpaksa menjual diri kepada tukang ojek di sekitar bawah Ampera Palembang.

JF terpaksa melakukan perbuatan maksiat tersebut untuk bertahan hidup. Dengan uang yang ia peroleh hasil menjual tubunya, ia membeli makanan untuk menyambung hidup.

Kondisi memprihatinkan JF ini diketahui oleh para pedagang, dan kemudian pedagang yang bersimpati dengan kisah hidupnya yang tragis membawa gadis remaja tersebut ke Polresta Palembang untuk mendapatkan perlindungan.

Di hadapan petugas, JF mengaku berasal dari Desa Putih, Kota Batu Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Tujuan ia datang ke Palembang untuk mencari ayahnya, Umar (40).
Namun sayang, JF dipaksa oleh pamannya, Wahyu untuk melayani para tamu pria hidung belang. Nasib apes JF masih berlanjut ketika ia berhasil kabur dari pamannya. JF yang mendatangi rumah temanya untuk meminjam uang namun gagal.
Saat dirumah temannya itu dia berkenalan dengan seorang pria yang mengaku sebagai anggota TNI.
Alih-alih menolong JF, pria itu justru menjualnya ke rumah bordil di kawasan Ogan Ilir (OI).

"Sebelumnya saya diperkosa oleh YM. Usai itu, saya dibawa ke rumah Bordir di OI kepada germo. Di rumah bordil itu, saya melayani melayani 5 orang pria hidung belang dalam sehari dengan tarif Rp 120 ribu. Uangnya saya gunakan makan dan saya tabung. Sementara uang Rp20 ribu saya kasih untuk jatah germo. Katanya untuk bayar sewa kamar," bebernya lagi.

JF yang berhasil kabur dengan menumpang bus hingga ke Palembang akhirnya berhasil menemui sang ayah. Lagi-lagi JF mendapat perlakuan tidak manusiawi dari ayahnya. JF dijadikan budak seks oleh ayah kandungnya selama sepekan.

"Awalnya, saya sangat senang bertemu ayah. Tetapi, satu malam bertemu saya malah dipaksa untuk melayani ayah. Saya sudah bingung mau lari ke mana lagi," ujar JF, menangis haru.

Dari kejadian beruntun itulah, JF kembali melarikan diri dari ayahnya hingga akhirnya ditemukan di bawah Jembatan Ampera. "Di sana, saya habis uang. Jadi, terpaksa jual diri dengan tukang ojek. Saya hanya dikasih duit Rp15 ribu, sekali kencan," jelasnya.

Kepala Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (KPAID) kota Palembang, Adi Sangadi, menjelaskan saat ini JF sudah mendapat perlindungan polisi.

"Karena JF sudah tidak mau pulang ke rumah keluarganya lantaran selalu menjadi korban pemerkosaan. Sekarang dia kami bawa ke sini untuk mendapatkan perlindungan. Selanjutnya akan dibawa ke Dinas Sosial," jelas Adi.

Kasat Reksrim Polresta Palembang, Kompol Suryadi saat dimintai keterangan menjelaskan pihaknya menunggu laporan dari KPAID untuk kasus perdagangan anak tersebut. "Sejauh ini korban masih meminta perlindungan. Karena kejadiannya terlalu banyak di luar Palembang, sekarang masih dikoordinasikan dahulu. Apalagi gadis tersebut masih anak dibawah umur, sehingga hal seperti ini harus dikoordinasikan juga dengan KPAI",ucap Suryadi.
alexa.com
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Jumat, 17 November 2017 18:37 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/XEgqzEP.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru