riau24 Rekor Termuda Lulusan Kedokteran Berhasil Dipecahkan Mahasiswa Asal Semarang | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Nasional

Rekor Termuda Lulusan Kedokteran Berhasil Dipecahkan Mahasiswa Asal Semarang

1
Rafidah Helmi
Berita Riau -  Rekor Termuda Lulusan Kedokteran Berhasil Dipecahkan Mahasiswa Asal Semarang
Semarang, Riau24.com - Saat seseorang berusia 17 tahun, biasanya masih duduk di bangku SMA. Namun hal itu tidak berlaku bagi Rafidah Helmi. Ia berhasil menjadi lulusan Sarjana Kedokteran termuda se Indonesia saat masih berusia 17 tahun 8 bulan. Gadis kelahiran 31 Juli 1998 yang merupakan putri ketiga dari pasangan AKBP Purnawirawan Helmi dan Rofiah memang sudah dianugerahi otak cerdas sejak lahir. Ditambah dengan kedisiplin yang ia peroleh dari didikan sang ayah, membuatnya berhasil menuntaskan pendidikan diusia yang sangat muda.

Tepuk tangan mengiringi langkah mantapnya saat pembawa acara menyebut bahwa ia adalah lulusan Sarjana Kedokteran paling muda.
Rafidah terbilang menuntaskan pendidikan akademik secara ngebut. Ia hanya menjalani kelas nol kecil selama satu hari kemudia besoknya langsung masuk kelas nol besar saat diterima di TK Kemala Bhayangkari Secapa Polri Sukabumi. Saat berusia 4 tahun 10 bulan, Rafidah sudah masuk SD Sriwidari Sukabumi dan berhasil melaluinya selama 5 tahun.

Bangku SMP dan SMA diselesaikannya masing-masing hanya dalam kurun waktu dua tahun, lalu Rafidah mendaftar ke Unissula dan menjadi mahasiswa pada usia 14 tahun.

Rafidah mengatakan, "Sebenarnya saya bercita-cita jadi guru. Tapi karena melihat kakak yang jadi dokter termuda lulusan UGM, saya jadi berubah haluan dan bercita-cita menjadi dokter mengikuti jejak kakak tertua saya".

Atas raihan kelulusan yang diraih Rafidah, ia behasil memecahkan rekor sarjana kedokteran termuda yang sebelumnya dipegang kakak pertamanya yakni Riana Helmi. Riana berhasil menyelesaikan pendidikan kedokterannya diusia 17 tahun 11 bulan.

"Bukan rekornya yang penting, tapi ilmunya," kata Rafidah.

Lalu apa rahasianya ia dan kakaknya bisa sampai menoreh prestasi seperti itu? Rafidah mengatakan tidak ada yang istimewa. Ia mengaku tetap sering bermain dan belajar tanpa tekanan. Bagi Rafidah, yang terpenting menetapkan tujuan dari awal.

"Selagi muda belajar, berusaha raih cita-cita dan menetapkan tujuan dari awal. Saya di rumah ya biasa saja, sering main juga," kata Rafidah.

Ayah Rafidah, Helmi mengaku tidak ada metode khusus untuk mendidik tiga putrinya, yakni Riana Helmi, Rosalina Helmi, dan Rafidah Helmi. Mereka bertiga, menurut Helmi, punya keinginan kuat untuk menempuh pendidikan untuk menjadi dokter.

"Ya seperti biasa, ikut bimbingan belajar biasa. Dia (Rafidah) itu seperti anak biasa, main, terus kalau bosan ya belajar," kata Helmi.

Dosen di sekolah polisi di Sukabumi itu juga memberikan tips agar para orang tua membina anak-anak hingga lulus SD. Pada jenjang berikutnya, anak-anak dibiarkan membina dirinya sendiri tapi tetap didampingi orang tua.



Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Jumat, 17 November 2017 18:39 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/XEgqzEP.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru