riau24 Achmad Minta Kepada Bupati Terpilih Tidak Merumahkan Honorer | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Rokan Hulu

Achmad Minta Kepada Bupati Terpilih Tidak Merumahkan Honorer

0
Drs. H. Achmad, M.Si
Berita Riau -  Achmad Minta Kepada Bupati Terpilih Tidak Merumahkan Honorer
Rohul, Riau24.com - Setelah berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hulu (Rohul) Drs. H. Achmad, M.Si dan Ir. H.  Hafit Syukri, pada Selasa (19/4), Achmad meminta kepada bupati terpilih yang baru tidak melakukan pengurangan honorer ‎atau merumahkan para honorer.

"Kita ibaratkan honorer ini seorang anak, sedangkan pemimpin atau bupati adalah ayah. Ayah tidak akan membunuh anaknya kalau tidak ada uang. Begitu juga pemerintah, walaupun dana tidak ada, pemerintah tidak akan merumahkan honorer," katanya, senin (18/4).

Ia menambahkan, jika keuangan daerah tidak mencukupi, tentunya sebagai seorang pemimpin sudah seharusnya mencari solusi atas permasalahan tersebut, bukan merumahkan para honorer.

Untuk itulah dirinya berharap kepada pemerintah mendatang, untuk tidak melakukan pengurangan honorer, walaupun keuangan daerah sedang sulit.

"Ya kita berharap, pemerintah ke depan bisa terus melakukan hubungan atau komunikasi dengan pihak provinsi maupun pusat, sehingga ada penambahan dana di daerah," jelasnya.

Achmad menjelaskan, mengapa dirinya sangat berharap pegawai honorer tidak dirumahkan, karena dengan mengunakan jasa dari pegawai honorer. Pemerintah telah membererdayakan ‎tenaga kerja lokal.

Lebih lanjut dijelaskannya, salah satu tujuan dengan adanya otonomi daerah adalah memperdayakan tenaga kerja lokal. Makanya pemerintah harus tetap memberdayakan honorer‎.

"Tidak elok merumahkan honorer ditengah perekonomian yang sulit. Tentunya kita sebagai pemimpin harus melihat dari sisi keluarganya," imbuhnya.

Jika honorer dirumahkan, berapa banyak pengangguran yang akan bertambah di Rohul. Serta berapa banyak anak-anak yang menggantungkan kehidupan dari kepala keluarga, yang berpenghasilan dari gaji honorer. 

Walaupun begitu, diharapkan honorer tetap meningkatkan kualitas kerjanya. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan sumbangsih terhadap pemerintah dan pemimpin yang sudah memberdayakan honorer.

"Jadi jangan gara-gara kita honor ini tidak boleh dirumahkan, belagak pula. jadi kalau kinerjanya tidak baik, maka pemimpin boleh saja merumahkan honorer tersebut," pungkasnya.
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru