riau24 Menelusuri Potensi Wisata Goa Kuansing | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Kuantan Singingi

Menelusuri Potensi Wisata Goa Kuansing

0
Salah satu tempat wisata di Kuansing
Berita Riau -  Menelusuri Potensi Wisata Goa Kuansing
Kuansing, Riau24.com – Dunia kepariwisataan di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau memang dinilai lamban perkembangannya, dan banyak yang tidak mengenalnya secara luas. Padahal Kuansing banyak sekali memiliki potensi wisata baik wisata alam, wisata budaya maupun wisata sejarah.

Akan tetapi yang dikenal oleh masyarakat secara luas hanyalah tradisi budaya Pacu Jalur di Tepian Narosa Teluk Kuantan dan juga di tingkat kecamatan serta tradisi perahu Baghanduang (perahu bergandeng dua atau tiga) di Lubuk Jambi yang diselenggarakan setiap tahunnya. Kemudian ditambah dengan obyek wisata Air Terjun Guruh Gemurai Desa Kasang Kuantan Mudik, Air Terjun Batang Koban di Lubuk Ambacang dan Sumber
Air Panas Sungai Pinang di Kecamatan Hulu Kuantan.

Padahal kuansing banyak sekali potensi wisata, dan saat ini menelusuri potensi wisata sejarah yang mana di Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau, terdapat tiga buah goa yang telah ada sejak zaman kerajaan dan sangat berpotensi dapat menarik para wisatawan untuk mengunjunginya. Hal ini disebabkan saat ini
situs-situs sejarah dan budaya yang ada di Kuansing sangat perlu digali, karena sangat unik dan memiliki karakteristik yang berbeda.

Meskipun wisata sejarah di kuantan mudik sangat banyak seperti Istana Dhamna di kawasan Bukit Betabuh desa Kasang, Goa Sosopan Desa Koto Lubuk Jambi, Goa Macan di Cengar, Goa Bunian di Teratak Bukit Kauman, Batu Gong di Alai atau Sungai Batang Antan desa Aur Duri, Batu Lipat Kain dan bekas jalan rel kereta api serta Tapak Malin Kundang di Hulu Sungai Kuantan Kecamatan Hulu Kuantan, Rumah adat Toar Kecamatan
Gunung Toar (salah satunya peninggalan kerajaan inderagiri) dan beberapa rumah adat lainnya di setiap kenegerian di Kuansing.

Namun penelusuran ini hanyalah pada tiga buah goa yakni Goa Macan di Desa Seberang Cengar, Goa Sosopan Desa Koto Lubuk Jambi dan Goa Bunian Dusun Teratak Desa Bukit Kauman Kecamatan Kuantan Mudik. Ketiga goa ini sangat layak dikunjungi dan tidak kalah menarik jika dibanding dengan daerah lain, karena selain menikmati panorama keindahan alam, juga dapat menggali situs-situs sejarah yang sudah ratusan tahun usianya.

Goa macan yang terletak di desa Seberang Cengar Kecamatan Kuantan Mudik berada di sela-sela bebatuan dan pinggir sungai aliran sungai dari air terjun Pati Soni Cengar, jika perjalanan dari Teluk Kuantan dapat ditempuh sekitar 22 km sampai di simpang desa banjar padang, dilanjutkan perjalanan sekitar 8 kilometer ke arah kanan dengan
berjalan kaki sekitar 10 menit perjalanan, maka sampailah di goa macan tersebut.

Menurut sejarahnya, Goa macan ini sebagai tempat bersarangnya harimau atau macan peliharaan seorang datuk bernama supi juga dikenal sebagai pawangnya, dimana setiap hari datuk supi apabila melihat kebun atau bepergian selalu menggunakan macan sebagai kendaraan melintasi rimba yang satu ke rimba yang lainnya. Namun semua  macan peliharaannya, tidak pernah mengganggu makhluk lain termasuk manusia.

Goa macan ini berdiri dengan megah dan kokoh di pinggir sungai, yang terbuat dari dinding batu yang sangat keras, dengan ukuran tinggi sekitar 3 meter dan lebar sekiatr 25 meter serta panjang sekitar 5 sampai 10 meter. Namun memiliki dua buah pintu masuk dan bagi yang ingin masuk ke dalamnya juga harus merunduk karena hanya setinggi satu meter dan lebar antara 50 sampai 60 centi meter.

Selain Goa Macan di Seberang Cengar, dilanjutkan perjalanan menuju Goa kerang di Sosospan Desa Koto Lubuk jambi yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari pasar Lubuk Jambi, yang konon menurut ceritanya sebagai tempat peristirahatan para saudagar china zaman kerajaan di pulau Sumatera, saat itu para saudagar china mengarungi samudra dan termasuk daerah Kuantan yang menjadikan daerah ini sebagai tempat
peristirahatannya.

Sehingga tak heran bila disekitar daerah tersebut, akan terlihat batu berwarna putih seperti kerang yang terbuat dari kapur, dan air di lokasi tersebut juga asin. Goa kerang di sosopan ini memang banyak orang yang tidak mengetahuinya, karena usianya yang mencapai ratusan masehi dan ditambah juga berada di dalam semak belukar.

Namun sayangnya, obyek wisata goa yang terdapat di Kuantan Mudik tersebut, tidak pernah tertata termasuk sarana prasarana yang belum tersedia bagi pengunjung dan kurang dikunjungi padahal obyek wisata ini sangat layak dikunjungi dan memiliki potensi besar. Ke depannya semoga ada perhatian khusus dari pihak terkait terhadap kondisi wisata Goa Macan di Cengar, Goa Bunian di Dusun Teratak  dan Goa Sosopan di Koto Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi tersebut, sangat sayang sekali jika tidak dimanfaatkan potensinya, lahan luas, tanah subur, dan keindahan alamnya jika dirawat dan dioptimal tentu akan menarik para wisatawan.

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru