riau24 Duh! Masih Banyak Orang yang Tidak Sadar Terkena Penyakit Tidak Menular | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Duh! Masih Banyak Orang yang Tidak Sadar Terkena Penyakit Tidak Menular

0
Berita Riau -  Duh! Masih Banyak Orang yang Tidak Sadar Terkena Penyakit Tidak Menular
Jakarta, Riau24.com- Gejala penyakit terkadang diabaikan, sehingga tidak dilanjutkan pengecekan ke dokter. Alhasil banyak orang tak sadar kena penyakit tidak menular (PTM).

"Hanya 1/3 menyadari bahwa mereka menderita PTM, sedangkan 2/3 selebihnya tidak mengetahui. Karena itu upaya promotif dan penemuan dini terhadap kasus menjadi sangat penting," ujar Menkes Nila F Moeloek, dalam The 8th Women's Health Expo and Bazaar 2016 di Gran Sahid Jaya Hotel, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (23/4/2016).

"Mungkin pernah dengar teman kita yang tiba-tiba meninggal, itu karena sakit nggak ketahuan karena tidak memeriksakan dirinya. Saya harap ibu-ibu lebih aktif dan sensitif, dorong suaminya juga agar periksa. Soalnya suami kan yang biasanya takut periksa. Kalau antre periksa, yang antre ibu-ibu, bapaknya nggak," imbau Menkes.

Menkes mencontohkan untuk penyakit jantung koroner, prevalensi penyakit berdasarkan diagnosis atau gejala adalah 1,5 persen, sedangkan berdasarkan diagnosis saja 0,5 persen dan yang memiliki gejala tetapi tidak terdiagnosis sebanyak 1,0 persen. Hal yang sama untuk penyakit tidak menular lainnya seperti hipertensi, diabetes melitus, obesitas, dan kanker.

Ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait perilaku yang berpotensi meningkatkan kasus penyakit tidak menular. Misalnya saja 26,1 persen penduduk kurang aktifitas fisik. 36,3 Persen penduduk usia lebih dari 15 tahun yang merokok. Sementara itu 4,6 persen penduduk berusia lebih dari 10 tahun minum minuman beralkohol.

Data yang dikantongi Menkes berdasar Riskesdas 2013, perempuan usia lebih dari 10 tahun (1,9 persen), dan penduduk berusia lebih dari 10 tahun (93,5 persen) kurang mengonsumsi buah dan sayur. Padahal menurut Menkes, berdasarkan kunjungannya ke beberapa daerah, seharusnya kurang gizi akibat kurangnya asupan sayur dan protein bisa dihindari.

Makanan tradisional masyarakat di beberapa daerah, misalnya jagung dengan sayur daun labu dan bunga pepaya yang mudah ditemukan, seharusnya bisa membantu mencukupi kebutuhan sayuran warga. Sementara untuk protein, Menkes mengusulkan ternak kelinci.

"Kelinci itu kan bisa banyak (saat berkembang biak). Boleh kan itu dikonsumsi? Nilai gizinya juga ada. Tapi katanya kasihan kelincinya. Perlu ada perilaku yang berubah," tutur Menkes.

R24/uci/det
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru