riau24 Kementan Klaim RI Tak Perlu Impor Jagung, Ini Alasannya | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Kementan Klaim RI Tak Perlu Impor Jagung, Ini Alasannya

1
Berita Riau -  Kementan Klaim RI Tak Perlu Impor Jagung, Ini Alasannya
Jakarta, Riau24.com- Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim tahun ini tak perlu mengimpor jagung. Ini didasarkan atas produksi jagung lokal yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional, khususnya untuk industri pakan ternak.

Kepala Biro Informasi Publik Kementan, Agung Hendriadi mengungkapkan, secara nasional, pada tahun 2015 produksi jagung total adalah 19,83 juta ton. Sementara dengan luas tanam yang ada, produksi diprediksi akan naik menjadi 21,53 juta ton pada tahun 2016.

"Dengan konsumsi industri pakan nasional rata rata 0,7 juta ton/bulan dan konsumsi langsung berkisar 15 juta ton, maka diperkirakan produksi jagung nasional akan bisa memenuhi kebutuhan nasional," jelas Agung dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/4/2016).

"Kementan telah mentargetkan produksi nasional 24 juta ton dan kebutuhan jagung pada industri pakan harus dapat dipenuhi 100% dari jagung lokal, dan menekan impor jagung untuk semua keperluan tidak lebih dari 1 juta," tambahnya.

Secara khusus, sambung Agung, pihaknya telah mendorong penggunaan jagung hibrida serta menyebar banyak bantuan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) pada banyak kelompok tani sejak awal tahun 2016.

"Mendorong penggunaan benih jagung hibrida yang telah dibuktikan mampu meningkatkan produktivitas mencapai 7-8 ton/ha. Kementan telah meluncurkan bantuan alat dan mesin mesin pertanian, baik alat tanam maupun panen. Melalui pemanfaatan alsintan tersebut, biaya produksi dapat ditekan hingga 20-30% dibanding manual," katanya.

Dia melanjutkan, dari sisi pemasaran pasca panen, pihaknya telah menyusun skema ulang agar industri pakan ternak diwajibkan menyerap jagung dari petani. Selama ini, kontrak perjanjian antara petani dengan industri masih sangat sedikit.

"Pada contract farming ini, tidak terbatas pada pembelian jagung oleh industri pakan dengan harga yang wajar, tetapi juga pembinaan produksi dan pasca panen oleh industri. Hal in sangat mungkin dilakukan, karena kontrak antar industri pakan dan peternak sampai saat ini mencapai 80%, sedangkan kontrak industri pakan dengan petani jagung baru 1.3%," tutupnya.

R24/uci/det
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Sabtu, 18 November 2017 09:24 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/JEXULa0.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru