riau24 Polisi Daerah Riau Gagalkan Perdagangan Kulit Harimau dan Satwa Langka | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Polisi Daerah Riau Gagalkan Perdagangan Kulit Harimau dan Satwa Langka

1
ilustrasi
Berita Riau -  Polisi Daerah Riau Gagalkan Perdagangan Kulit Harimau dan Satwa Langka
Pekanbaru, Riau24.com- Aparat Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau menggagalkan sindikat perdagangan kulit harimau dan organ satwa langka, di Kecamatan Kuantan Mudik, Taluk Kuantan, Riau.
 
Wakil Direktur Reskrimsus Polda Riau Ajun Komisaris Besar Ari Rahman Nafarin menyebutkan, polisi menangkap dua pelaku beserta barang bukti berupa selembar kulit harimau, satu kardus kulit ular sanca, satu set tulang beruang dan satu set tulang harimau. 
 
"Dua tersangka sudah kami tahan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Ari Rahman, Sabtu, 30 April 2016.
 
Ari menyebutkan, penangkapan pelaku perdagangan organ satwa langka ini dilakukan Jumat kemarin, 29 April 2016. Setelah mendapat laporan dari masyarakat terkait aktivitas pelaku, polisi kemudian melakukan penyelidikan selama dua pekan. 
 
Pelaku akhirnya berhasil diringkus saat polisi melakukan penyamaran sebagai pembeli kulit harimau yang dibanderol senilai Rp 140 juta. Namun setelah dilakukan penggeledahan di rumah pelaku, di Kuantan Mudik, polisi juga menemukan organ satwa langka lainnya yang juga diperjual belikan oleh pelaku. 
 
"ada juga tulang beruang, tulang harimau dsn kulit ular sanca disimpan pelaku," katanya. 
 
Ari mengaku, penyidik masih mendalami pemeriksaan untuk mengetahui pihak lain yang biasa menjadi penampung organ satwa langka itu. Kepada penyidik, tersangka mengaku tidak memburu langsung satwa liar itu melainkan membelinya dari pihak lain. Dari pengamatan polisi, kulit harimau yang berhasil diamankan itu berasal dari habitat harimau sumatera di Riau.
 
"Mereka tidak memburu langsung, tapi juga menampung organ satwa ini dari pihak lain dan akan dijual lagi," katanya. 
 
Hingga kini kata dia, polisi masih melakukan pendalaman keterlibatan pihak lain. Diduga tulang belulang itu bakal dijual untuk dijadikan obat tradisional di luar negeri. 
 
"Kami akan ajak diskusi ahli pengobatan tradisional terkait fungsi tulang satwa itu," katanya.
 
Atas perbuatannya, dua pelaku disangkakan melanggar undang - undang Sumber Daya Alam Hayati Pasal 21 ayat 2 junto Pasal 40 ayat 2 nomor 40 dengan ancaman hukumancl 5 tahun penjara dan denda 100 juta.
 
 
R24/adi
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Wartawan goriau
Minggu, 01 Mei 2016 07:54 wib
Hai monyet yang nulis ulang berita ini. Kalau ambil berita, buat kode kami. PAHAM kau siapana nama Adi Mugaedi
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru