riau24 KPK Rekonstruksi Kasus Suap di Kantor Kejati Jakarta | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Nasional

KPK Rekonstruksi Kasus Suap di Kantor Kejati Jakarta

1
Berita Riau -  KPK Rekonstruksi Kasus Suap di Kantor Kejati Jakarta

Riau24.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana menggelar rekonstruksi di sejumlah tempat berbeda di Jakarta, Selasa, 3 Mei 2016. Rekonstruksi tersebut terkait penyidikan kasus dugaan suap penanganan perkara korupsi di Kejaksaan Tinggi DKl Jakarta.

Pada kasus ini, penyidik telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni, dua Pejabat PT Brantas Abipraya, Dandung Pamularno, dan Sudi Wantoko, serta satu orang yang diduga perantara, Marudut. Pengacara dua orang dari PT Brantas, Hendra Heriansyah, telah membenarkan mengenai rekonstruksi tersebut.

"Iya rekonstruksi. Kami koordinasi dengan pihak penyidik rencana ada lima titik," ujar Hendra, saat ditemui di Gedung KPK.

Kelima titik tersebut yaitu, di Kantor Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, kantor PT Brantas Abipraya di jalan Dl Panjaitan, Hotel Best Western, Hotel Gran Melia serta Pondok Indah Golf.

Menurut Hendra, dalam rekonstruksi tersebut, kedua kliennya akan turut dilibatkan. Selain itu, Hendra menyebut terdapat juga beberapa orang saksi lain yang akan ikut dalam rekonstruksi.

"Seluruh tersangka dan saksi-saksi," ujar Hendra.

Berdasarkan pantauan, Tim KPK yang membawa para tersangka dan saksi bergerak dari Gedung KPK sejak pukul 09.40 WIB. Rombongan terdiri dari dua mobil tahanan serta tiga mobil Toyota lnnova.

Diketahui, kasus ini bermula dari tangkap tangan yang dilakukan KPK pada Kamis 31 Maret 2016. Pada tangkap tangan itu, pihak KPK mengamankan tiga orang yakni Direktur Keuangan PT Brantas Abipraya, Sudi Wantoko; Senior Manager PT Brantas Abipraya, Dandung Pamularno serta seorang wiraswasta yang diduga merupakan perantara bernama Marudut.

Pada saat tangkap tangan, KPK menyita uang sebesar US$148,835 yang diduga merupakan uang suap. Uang tersebut diduga diberikan oleh pihak PT Brantas Abipraya untuk Petinggi Kejaksaan Tinggi DKl Jakarta melalui Marudut.

Suap tersebut diduga bertujuan untuk menghentikan penyelidikan tindak pidana korupsi pada PT Brantas yang tengah ditangani Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Setelah melakukan pemeriksaan intensif, KPK kemudian menetapkan Sudi, Dandung dan Marudut sebagai tersangka.

Sudi dan Dandung diduga sebagai pihak pemberi suap dalam kasus ini, sementara Marudut diduga hanya sebagai perantara. Namun KPK hingga saat ini masih belum menetapkan tersangka yang diduga sebagai pihak penerima suap.

Kendati demikian, KPK sudah menduga uang suap tersebut ditujukan untuk Kepala Kejaksaan Tinggi DKl Jakarta, Sudung Situmorang dan Aspidsus Kejaksaan Tinggi DKl Jakarta, Tomo Sitepu. Keduanya bahkan sempat diperiksa beberapa saat setelah tangkap tangan dilakukan.

Namun hingga saat ini keduanya masih berstatus sebagai saksi. Pihak KPK menyatakan tengah melakukan pengembangan.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menyatakan tetap berkeyakinan ada pihak penerima suap dalam kasus tersebut. "Oh ada, itu tinggal nunggu waktu kok," tegas dia. (ase)

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Sabtu, 18 November 2017 10:01 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/JEXULa0.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru