riau24 BRG Akan Bangun Monitoring Sekat Kanal dan Embung Secara Real Time | Berita Riau
Minggu, 04 Desember 2016

BRG Akan Bangun Monitoring Sekat Kanal dan Embung Secara Real Time

0
Berita Riau -  BRG Akan Bangun Monitoring Sekat Kanal dan Embung Secara Real Time

Pekanbaru, Riau24.com- Badan Restorasi Gambut (BRG) akan membangun sistem monitoring secara real time terhadap sekat kanal dan embung yang telah dibangun di lahan gambut se-Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk melihat seberapa efektif sekat kanal dan embung yang telah dibangun.

Kepala BRG, Nazir Foead mengatakan  cara melihat keefektifan ini sederhana, yaitu dengan menghitung kelembaban dan kebasahan gambut. "Kalau sudah ada sekat kanal tapi gambutnya kering terus berarti ada yang salah dalam membangun sekat kanalnya," terang Nazir, Selasa (3/5/2016).

Nazir mengaku akan membangun sistem monitoring secara real time dengan cara menyensor ke permukaan bawah gambut untuk mengukur kelembaban, temperatur dan permukaan naik turunnya air. "Seluruh data itu nanti akan dikirim dan terkoneksi ke server, jadi bisa dilihat oleh Pak Gubernur, Pak Bupati, perusahaan ataupun Presiden sekalipun," ujarnya.

Nazir menjelaskan, dari dua juta hektar lebih lahan gambut yang ditargetkan presiden kepada BRG, setelah dilakukan pemetaan ternyata di Riau lokasi gambut yang rusak dan terbakar dalam lima tahun terkahir mencapai 933 ribu hektar.

"Jadi di Riau ini cukup luas, hampir satu juta dari dua juta hektar yang ditargetkan. Dari angka 939 ribu hektar itu kita akan menghitung berapa yang ada di lahan konservasi, adidaya dan lahan perusahaan," terang Nazir.

Kita upayakan dalam waktu dekat penghitungan itu bisa selesai dan bisa kita publikasikan, sambung Nazir. Karena kami pikir ini penting bagi rekan-rekan pemilik dan pengelola lahan untuk tau apakah lahan mereka masuk ke dalam bagian kerja restorasi atau tidak.

"Saya tidak akan kaget kalau nanti persentase terbanyak ada di lahan konsesi perusahaan sawit dan HTI. Kita akan mengajak perusahaan-perusahaan untuk bekerja sama dalam restorasi. Saya optimis tidak akan sulit karena banyak perusahaan juga sudah melakukan pembuatan sekat kanal secara mandiri. Jadi yang akan kita dorong itu bukan hal baru, tapi hal yang juga sudah mereka lakukan. Hanya barangkali nanti metodenya saja yang berbeda," urai Nazir.

R24/uci 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam