riau24 Sekat Kanal Rugikan Tanaman Nenas Warga | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Sekat Kanal Rugikan Tanaman Nenas Warga

0
Berita Riau -  Sekat Kanal Rugikan Tanaman Nenas Warga
Pekanbaru, Riau24.com- Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Rimbo Panjang, Heri mengatakan 100 sekat kanal yang telah dibangun menyebabkan kerugian pada tanaman nenas mereka. Pasalnya, saat musim penghujan datang tanaman nenas menjadi menjadi tergenang dan berlumpur, sementara tanaman ini membutuhkan kondisi lahan yang kering.
 
Heri mengungkapkan, seharusnya jarak antara permukaan air dan lahan yang ada di atasnha adalah 40 cm, namun karena adanya sekat kanal membuat permujaan air menjadi sama rata dengan permukaan tanah.
 
"Karena penumpukan air yang terjadi, air yang tertumpuk itu naik ke permukaan dan menggenangi lahan nanas milik masyarakat. Akibatnya, panen nanas masyarakat tak menjadi maksimal seperti sebelumnya. Bahkan sebagian menjadi rusak karena membusuk," ungkap Heri, Selasa (3/5/2016).
 
Dikatakannya, sebenarnya masyarakat memiliki keinginan untuk melepaskan sebagian penghalang sekat kanal untuk membiarkan di sisi dalam sekat kanal keluar. Namun masyarakat tidak berani karena khawatir akan ditangkap dan dipenjara sebab melepas sebagian penghalang sekat kanal.
 
Dari 100 sekat kanal yang ada, masyarakat melepaskan sebagian penghalang sekat kanal yang membuat lahan masyarakat tergenang. Heri menghitung setidaknya ada 85 unit sekat kanal yang penghalangnya dibuka oleh masyarakat dari seluruh sekat kanal yang ada.
 
"Masyarakat terpaksa membuka sebagian penghalang sekat kanal pada waktu musim penghujan supaya dampak hujan yang deras tidak membuat perkebunan mereka menjadi rusak dan akibatnya menjadi rugi. Ini masyarakat lakukan walaupun dengan perasaan yang takut akan disalahkan," terangnya.
 
Heri yang juga merupakan penjabat Sekretaris Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kampar, meminta kepada Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk mengevaluasi sistem monitoring sekat kanal dengan mengeluarkan regulasi supaya masyarakat tidak merugi akibat program restorasi yang digarap oleh pemerintah.
 
"Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang tepat dengan mengevaluasi penerapan sekat kanal yang sudah berjalan di RImbo Panjang ini," ujarnya.

R24/uci 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru