riau24 Warga Temusai Tuntut Husaini Kembalikan Uang Pendaftaran PLN dan Pemasangan Instalasi Listrik | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Siak

Warga Temusai Tuntut Husaini Kembalikan Uang Pendaftaran PLN dan Pemasangan Instalasi Listrik

0
Berita Riau -  Warga Temusai Tuntut Husaini Kembalikan Uang Pendaftaran PLN dan Pemasangan Instalasi Listrik
Siak, Riau24.com - Terkait dana pendaftaran dan pemasangan instalasi listrik PLN yang akan dipasang di Kampung Temusai, Kecamatan Bungaraya sebesar 180 juta lebih, dari tahun 2013 sampai 2016 belum ada kejelasan. Masyarakat meminta kepada tangan kanan Biro saudara Husaini untuk dapat memberikan solusi dan sebagian warga meminta uang mereka dikembalikan.

Dalam daftar harga borongan pemasangan listrik PLN untuk Daya 900 VA masyarakat dikenakan biaya oleh biro sekitar  Rp.3.300.000, Daya 1300 VA Rp. 3.600.000, Daya 2200 VA Rp.4.400.000, dan  Daya 3500 VA masyarakat dikenakan biaya Rp. 5.600.000.

Yang membuat masyarakat Kampung Temusai percaya dengan biro dan membayar sebagian dana pendaftaran, karena  Biro ini dari PT.Pelita Kencana Mandiri  yang beralamatkan di Jl.Sukamaju No.07 Perawang Riau 28772.

"Kami ini sebagai korban, dan kami hadir mengikuti musyawarah ini mencari solusi bagaimana masalah uang kami untuk daftar PLN yang sampai saat ini tidak ada kejelasan. Untuk itu kami tidak mau tau kepada siapa pak Husaini (tukang kutip uang masyarakat, red) menyerahkan uang kami itu. Yang jelas kami minta pertanggung jawabannya," kata Slamet Raharjo, dalam rapat yang digelar penghulu di Gedung Kampung Temusai, kemarin.

Masyarakat menuntut uang mereka agar dikembalikan apa bila pihak biro atau PT.Pelita Kencana Mandiri tidak sanggup lagi memasang instalasi yang sudah dijanjikan. Bukan saja masyakat Temusai yang menjadi korban, namun Ketua BPD/Bapekam Kampung Temusai juga merasa tertipu dan juga sudah membayar uang pendaftaran sebesar Rp.1800.000 kepada tangan kanan biro.

"Bukan saja bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah bayar pendaftaran, saya juga sudah bayar sebesar Rp. 1.800.000. Karena yang menarik dan mengutip warga kita, maka saya dulu percaya  saja, namun kenyataannya sampai sekarang belum terealisasi dan masyarakat komflen. Untuk itu, karena masyarakat tahunya sama saudara Husaini maka hal yang wajar masyarakat menuntut kepada beliau, jadi kami dan masyarakat meminta kepastian beliau untuk memberikan kepastian kepada kami kapan uang masyarakat dikembalikan," ungkap Matrawi dalam rapat tersebut.

Sementara itu, sebagian ibu-ibu juga mengadu bahwa selama  uang untuk daftar PLN mereka dapat dari hutang kepada toke, bahkan ironisnya lagi, karena takut ketinggalan daftar mereka ada juga yang meminjam uang UED, dan ada juga meminjam uang dari Bank Titil atau keliling yang bunganya cukup tinggi.

"Kami orang tak punya, kerjaan kami hanya sebagai buruh dikebun sawit, uang sebesar Rp 3.600.000 buat kami sangat besar sekali untuk daftar PLN, namun karena kami butuh sekali dengan listrik PLN, maka kami terpaksa pinjam atau hutang. Untuk itu kami minta agar uang kami dikembalikan oleh Husaini karena dia yang meminta kepada kami,"ungkap Narsun, ibu rumah tangga, warga Temutun.

Terkait hal itu, Husaini sebagai tangan kanan biro PLN dan yang mengutip dana PLN kepada masyarakat mengatakan bahwa dirinya tidak mengunakan dana tersebut sebesar 180 juta untuk pribadi, melainkan dana tersebut diserahkan kepada mantan penghulu Temusai dan Biro. Namun dirinya juga berjanji dan meminta waktu 1 bulan untuk menyelesaikan masalah ini dengan mantan penghulu dan Biro PLN.

"Untuk itu saya meminta waktu untuk membicarakan masalah ini kepada pak mantan penghulu dan pihak Biro. Karena dana tersebut sudah saya serahkan kepada mereka yang bertanggung jawab dalam masalah ini,"ungkapnya.

Ketika masyarakat menanyakan sampai kapan masalah ini bisa diselesaikan, ia menjawab sampai menunggu kesanggupan biro atau mantan penghulu.

"Kami akan segera mungkin menghubungi biro dan pak mantan untuk malah ini, minimal kami minta waktu 1 bulan dari sekarang,"ungkap Husaini yang dibantu Kepala Dusun I.

Penghulu Kampung Temusai Markuat mengaharapkan dengan adanya pertemuan yang diadakan di Gedung Kampung Temusai, masalah dana PLN masyarakat yang sudah bertahun-tahun ini bisa segera diselesaikan dan diberikan solusi.

"Kami berharap dengan pertemuan kali ini, masalah uang masyarakat untuk pendaftaran PLN bisa segera diselesaikan. Dan kita juga meminta saudara Fazar Ihsan kuasa Direktur PT.Pelita Kencana Mandiri sebagai Biro PLN bisa mengembalikan dana masyarakat dengan segera," tegasnya.

Pantauan dilapangan, dalam rapat tersebut berlangsung alot,  ketua RT/RT sempat emosi dan membantah ketika saudara Husaini mengatakan bahwa dirinya sudah koordinasi dan mendapat rekomendasi dari ketua RT/RW.


R24/dev/lin

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru