riau24 Hasil Otopsi Yuyun, Sangat Mengerikan | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Peristiwa

Hasil Otopsi Yuyun, Sangat Mengerikan

50
Berita Riau -  Hasil Otopsi Yuyun, Sangat Mengerikan
Bengkulu, Riau24.com - Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan pelajar SMP, di Kecamatan Padang Ulak Tanding pada Sabtu, 2 April 2016 silam berhasil diringkus oleh pihak Kepolisian Resor Rejanglebong, Provinsi Bengkulu. Sebanyak 12 dari 13 pelaku berhasil ditangkap.

Kapolres Rejanglebong, AKBP Dirmanto mengatakan, para tersangka terlibat dalam pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun (15), pelajar SMPN 5 Padang Ulak Tanding, yang tinggal di Dusun V Desa Kasie Kasubun.

"Dari 12 tersangka pelaku yang diamankan terdapat enam orang statusnya masih di bawah umur. Dua di antaranya tercatat masih berstatus pelajar SMP, sedangkan enam tersangka lainnya sudah dewasa. Para pelaku ini melakukan aksi kejinya setelah meminum minuman keras jenis tuak," kata Dirmanto.

Para pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun dilakukan secara beramai-ramai. Kini satu orang lagi masih diburu polisi.

"’Sesuai hasil visum dokter, bagian anus dan kemaluan korban sampai menyatu akibat ulah keji para tersangka. Dari visum dokter, korban diduga sudah meninggal saat perkosaan itu masih berlangsung," demikian kata Kapolsek PUT, Iptu. Eka Candra, SH.

Pada Jumat, 8 April 2016, sekitar pukul 15.30 WIB, polisi berhasil membekuk tiga tersangka, yakni Dedi Indra Muda alias Edit (19), Tomi Wijaya (19) alias Tobi, dan D alias J (17) yang semuanya warga Dusun IV, Desa Kasie Kasubun.

Selanjutnya dari keterangan tiga tersangka ini, lanjut Dirmanto, petugas mengantongi nama-nama pelaku lainnya. Pada Sabtu, 9 April, sekitar pukul 03.00 WIB, dilakukan penangkapan terhadap sembilan pelaku lainnya, yakni Suket (19), Bobi (20), Faisal alias Pis (19), Zainal (23), Febriansyah Saputra (18), Sulaimansyah (18), A (17).

Sedangkan tersangka S (16) dan EG (16) ini masih berstatus pelajar dan kakak kelas korban di SMPN 5 Padang Ulak Tanding. Para pelaku berasal dari Dusun V Desa Kasie Kasubun, dan rata-rata tidak bersekolah lagi.

"Dari kesembilan tersangka hasil pengembangan ini, diketahui dua orang masih berstatus pelajar dan merupakan kakak kelas korban. Ironisnya lagi, dalam kasus ini para pelaku yang ditangkap ini sebelumnya ikut melakukan pencarian terhadap korban, kemudian ikut menggali kubur, dan proses persedekahan di rumah korban," ujar Dirmanto.

Berdasarkan keterangan para tersangka kepada penyidik, kata Dirmanto, pemerkosaan bermula saat empat tersangka pada Sabtu, 2 April 2016, sekitar pukul 10.00 WIB mengumpulkan uang sebesar Rp 40 ribu. Duit itu dibelikan tuak dan kemudian diminum beramai-ramai. Setelah pesta tuak, sekitar pukul 12.00 WIB, para tersangka kemudian nongkrong di jalanan biasa dilewati korban saat pulang sekolah.

Satu jam kemudian, korban pulang dari sekolahnya berada di Dusun V Desa Kasie Kasubun, menuju ke rumahnya di Dusun IV dengan berjalan kaki. Di tengah perjalanan, korban dicegat salah satu pelaku dan menyeretnya masuk ke dalam kebun. Di lokasi ini korban disekap, kemudian dengan tangan terikat diperkosa secara bergiliran oleh 13 tersangka.

Kejinya lagi, kasus perkosaan ini dilakukan masing-masing tersangka sebanyak dua kali, meski korban sudah meninggal.  Mayat korban ditemukan warga dan keluarga korban, termasuk para pelaku ikut melakukan pencarian, dengan kondisi mulai membusuk pada Senin, 4 April 2016 lalu.

Kini kasus Yuyun mendapat perhatian dari banyak pihak termasuk dari Presiden RI, Joko Widodo.


R24/dev
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Irawan
Sabtu, 16 Juli 2016 07:10 wib
Percuma kita teriak2 hukum mati hukum kebiri,, bila penegak hukum bisa dibeli..
??v
Rabu, 25 Mei 2016 21:23 wib
Hukum mati itu pemerkosa yuyun jangan dibiarkan hidup meskipun dibawah umur tapi otaknya otak kriminal !!!! Pancung aja biar adil!!!
Riski ananda
Kamis, 12 Mei 2016 16:56 wib
ya allah sampe nangis aku bacanya
Satria
Kamis, 12 Mei 2016 16:38 wib
bantai aja tuh pelaku.....
Ana
Selasa, 10 Mei 2016 20:52 wib
Hukum mati untuk para pelaku,it bkn manusia tp binatang,untuk para penegak hukum berikan keadilan kpd yuyu biar tdk ad yuyun" yg lainny,hukum bkn untk dilanggar.
Sonya
Senin, 09 Mei 2016 10:34 wib
Sebaiknya pelaku dihukum kebiri saja, biar tidak mampu memperkosa lagi. Atau perlu hukum cambuk selain hukuman penjara biar sadar artinya jadi manusia.
Irene
Minggu, 08 Mei 2016 19:01 wib
Semoga yuyun dtrma disisi allah,,untk para pelaku hukum MATI sja biar sbanding dgn hilangny nyawa,mereka iblis bkan manusia.
Ca
Minggu, 08 Mei 2016 16:50 wib
hukum seumur hidup supaya jera
Nono
Minggu, 08 Mei 2016 16:30 wib
Matiin di gantung di temp at umun biar orang tau Dan biar ga Ada lagi kejadian serupa biar pada takut semua gantung matiin biar kapok bukan manusia tapi binatang
Bunda vino
Minggu, 08 Mei 2016 14:20 wib
Bajingan itu manusia,gag punya otak.perbuatan sperti itu gag pntas dilakukan.keji n semoga dpat blasan yg setimpal
Nyayu
Minggu, 08 Mei 2016 12:46 wib
Hukum matii, nama nya aja di bawah umur tapi otak nya otak setan !! Di bawah umur perilaku gak begitu harus ny ! Setan itu !!!
Aida
Minggu, 08 Mei 2016 12:00 wib
tolong buat hukum yg adil seadil-adilnya, HUTANG NYAWA DIBAYAR NYAWA! ,sya sebagai orang tua miris, kalau yuyun anak saya,sudah saya tembak mati membabi buta kepada semua 14tersangka! biarin 14tersngka mati saya bunuh , sya yg dipenjara atau hukum mati gpp,dari pd harus terima melihat hukuman 14tersangka hanya 10thn,sedangkan anak sya menghilang selama-lamanya.
Wisnu
Minggu, 08 Mei 2016 11:19 wib
MATI'IN,,,,,,,,,tuh tersangkanya semua
Ola
Minggu, 08 Mei 2016 03:07 wib
Pemerkosaan, penganiayaan berat berujung kematian thd anak2 harusnya dihukum mati utk memberikan efek jera agar tdk ada korban anak2 lain yg berjatuhan. .. Saatnya UU thd KEJAHATAN SEXUAL PD ANAK2 DIREFORMASI
Ariska
Minggu, 08 Mei 2016 02:06 wib
Hukum mati agar tidak terjadi lagi di masa mendatang,,,, Semoga kluarga korban di berikan kesabaran Dan yuyun di t4kan di surga terindah
Mariam Ulfa
Sabtu, 07 Mei 2016 20:43 wib
hukum mati
Yesy
Sabtu, 07 Mei 2016 18:47 wib
di hukum mati aja itu bukan perilaku manusia lagi tetapi hewan
Tok
Sabtu, 07 Mei 2016 18:42 wib
Hukum dgn hukuman yg adil nyawa dibalas nyawa + disiksa dulu
Basoeki rahmat
Sabtu, 07 Mei 2016 18:21 wib
POTONG SAJA "ANU" NYA PARA PELAKU
Rina
Sabtu, 07 Mei 2016 16:12 wib
kurang ajr ksih pelajaran dlu bruh d hukum mati
Iin
Sabtu, 07 Mei 2016 14:54 wib
di siram air keras saja itunya biar merasakan sakitnya saat memperkosa, semoga yuyun diterima disisinya aminn
Selly
Sabtu, 07 Mei 2016 14:23 wib
Semoga adx yuyun tenang di sana . .dan semoga pelaku ny dapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.
Idha
Sabtu, 07 Mei 2016 14:11 wib
di razam aja pelaku nya
Hendri
Sabtu, 07 Mei 2016 13:04 wib
Setuju hukum mati
Vina putri
Sabtu, 07 Mei 2016 11:53 wib
Kurang ajar,,mohon dicuci aja otak parA pelaku pake bayclin,,biar bersih,,;dan panggang aja burungnya,,biar tau rasa,,,,😈😈😈😬
Anshorie
Sabtu, 07 Mei 2016 11:27 wib
hukuman dikebiri pantas untuk ke 14 pelaku . . .
Ipah unes
Sabtu, 07 Mei 2016 11:25 wib
Hukum mati saja
Toto
Sabtu, 07 Mei 2016 11:03 wib
Potong ajo barang nyo biar idak menikmati lagi
Jojon
Sabtu, 07 Mei 2016 09:30 wib
Hukuman mati yang paling tepat untuk pemerkosa yuyun...caranya masukkan ke kandang macan yang sudah satu minggu ndak di kasih makan...
Yus tok bae
Jumat, 06 Mei 2016 15:15 wib
Semua pelakh harus di hukum mati asil sudah.
Monna
Jumat, 06 Mei 2016 13:17 wib
Hukuman mati !!!!!.. masih kecil dah nekat melakukan hal2 ky itu.. apalgi dah besar... untung ketahuan klo ngk.. mo berapa lagi korban.. mikir..penegak hukum.... G usah ditimbang timbang dibawah umur... dr niat minuman,berujung Seks... bunuh.. bedebah
R_Ly
Jumat, 06 Mei 2016 12:48 wib
Pelaku harus diberi hukuman yg setimpal,,,,,hukum harus ditegakkan dan KEBENARAN harus di dikedepankan,,semoga org tua korban serta keluarga tetap kuat dan sabar,,
Nadiya
Jumat, 06 Mei 2016 12:06 wib
POTONG KELAMIN SEMUA PEMERKOSA YUYUN!!
Roy piters edward son male
Jumat, 06 Mei 2016 11:09 wib
Masa hukuman buat pelaku hanya 15 tahun... coba pikir jika itu terjadi pada anak anak penegak hukum pasti mereka minta keadilan lebih berat lagi.... janga pake hati nurani lagi.. pikir saja dimana hati mereka saat korban berterika kesakitan... mereka tak memberi ampun bayangkan 12 org melakukan 2 kali persetubuhan untuk satu orang.. totalnya 22 kali persetubuhan... sampe robek sehinga menjadi satu lubang antar kemaluan dan anusnya... apa kah ini adil.... hukuman mati setimpal dgn kejahatan yg s
Dyah
Jumat, 06 Mei 2016 08:51 wib
hukum hrs ditegakkan!,jngn mempertimbangkn apapun,ingat korban meninggal krn sengsara luar dalam hnya Yuyun,tp korban stres pasti ada di dlm kelg yg ditinggalkn Yuyun.blm orang tua yg lain seantero Nusantara...
Erlinda candra
Jumat, 06 Mei 2016 07:48 wib
Potong saja alat kelamin nya biar tidak ada lagi yuyun yg lain
Harianto
Jumat, 06 Mei 2016 07:09 wib
POTONG KELAMIN PEMERKOSA SEKARANG JUGA !!!
Indah
Jumat, 06 Mei 2016 01:37 wib
Hukuman mati, manusia seperti apa mereka, biadab
Roro
Kamis, 05 Mei 2016 21:47 wib
Manusia sprti mereka pntsnya hukuman mati krna bkn sprti manusia lg tp sprti binatang kelakuannya
Anggo
Kamis, 05 Mei 2016 20:49 wib
2 pilihan nya . Tersangka Di hukum mati atau potong kelamin nya. Dan untuk korban semoga tenang dan dilapangkan kuburnya. Amien
Tanoto
Kamis, 05 Mei 2016 19:29 wib
Hukuman mati. Buat pemerkosa yuyun
Zohra
Kamis, 05 Mei 2016 19:18 wib
Pantesnya mereka dikebiri 14 pelaku pemerkosaan yuyun
Stirnes
Kamis, 05 Mei 2016 13:13 wib
Hukuman yang setimpal bila perlu para pelaku di buang hidup-hidup dari atas jurang biar mati sendiri di bawah dasar jurang.
Roy
Kamis, 05 Mei 2016 11:29 wib
Itu semuanya harus dihukum mati atau dipotong penisnya idup2
Nani
Kamis, 05 Mei 2016 11:12 wib
Haruskah ada "Yuyun"2 yg lain utk mendpt keadilan di negeri ini?
Meyza
Rabu, 04 Mei 2016 18:43 wib
kalo korban sampai meninggal, seharusnya hukum seumur hidup.
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru