riau24 Cilacap Akan Punya Jembatan Apung Pertama di RI | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Cilacap Akan Punya Jembatan Apung Pertama di RI

1
Berita Riau -  Cilacap Akan Punya Jembatan Apung Pertama di RI
Jakarta, Riau24.com- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Badan Penelitian dan Pengembangan akan membangun jembatan apung yang akan menghubungkan Desa Ujung Alang dan Desa Klaces, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Jembatan apung sepanjang 40 meter ini nantinya akan menjadi jembatan dengan teknologi apung pertama di Indonesia dan akan dipasang pada bulan Mei ini.   

"Dipilihnya teknologi apung untuk jembatan ini dikarenakan setelah dilakukan pengamatan, lokasi di mana jembatan ini akan dipasang tidak dimungkinkan untuk membangun jembatan dengan teknologi pancang," kata Arie Setiadi Moerwanto, Kepala Balitbang PUPR dalam pertemuan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap baru-baru ini yang terangkum dalam keterangan tertulis, Kamis (5/5/2016).
 
Ditambahkannya, kalaupun ingin dibangun dengan pancang, pembangunan jembatan ini akan membutuhkan dana yang sangat besar.

Hasil pengamatan tim Pusat Litbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) menemukan bahwa sedimen yang ada di lokasi tempat akan dibangun jembatan memiliki kedalaman hingga 20 meter.
 
Karena kondisi inilah maka tim memutuskan bahwa teknologi apung lah yang cocok untuk diaplikasikan dalam pembangunan jembatan di kampung nelayan ini. Selain biaya produksinya lebih murah, keunggulan dari jembatan hasil teknologi Balitbang PUPR ini mudah dibongkar-pasang atau dipindah-pindah.
 
Pembangunan jembatan ini awalnya adalah usulan dari Mantan Menko Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo pada Tahun 2015. Kemudian pada pada awal tahun 2016 ini, Pusjatan memulai perancangan jembatan dan langsung melakukan trial assembly jembatan apung pada bulan Januari hingga April 2016.
 
Selain mengenai jembatan di Kampung Laut, permasalahan sedimentasi di Segara Anakan juga menjadi pokok masalah yang harus segera ditangani.

Pendangkalan yang disebabkan material yang terbawa oleh aliran Sungai Citanduy telah menimbulkan permasalahan di Segara Anakan, di antaranya banjir dan terhambatnya akses kapal-kapal yang lewat akibat dari pendangkalan tersebut.
 
Penanganan masalah sedimentasi guna mempertahankan keberadaan Laguna Segara Anakan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu program pengendalian sedimen sungai, mengatur tata letak muara sungai Citanduy serta pengerukan secara bertahap.
 
Pengerukan bertahap akan dilakukan di alur pelayaran, yaitu Plawangan Barat dan alur transportasi Cilacap dan Majingklak, serta normalisasi anak-anak sungai yang bermuara di laguna Segara Anakan.

Pada tahun 2004 pernah dilakukan pengerukan sebanyak 544 Ha atau 9 juta m3 dengan rata-rata kedalaman 1,75 m, akan tetapi kondisi ini tidak berlangsunng lama karena saat ini sudah menjadi dangkal kembali.
 
Dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai permasalahan permukiman di Desa Klaces yang sebagian besar bangunan yang dibangun merupakan bangunan semi dan non permanen yang tidak memenuhi standar, bangunan berupa landed houses (rumah tapak) dan pembangunannya asal bangun. Ditambah kondisi sanitasi, air bersih, pengelolaan sampah, drainase yang ada tidak terpelihara dan tidak layak.
 
Untuk permasalahan permukiman di Desa Klaces, tim Balitbang PUPR sudah melakukan beberapa renovasi dan penataan di beberapa bangunan desa. Untuk bangunan rumah, rencananya dibangun dengan sistem rumah panggung dan menerapkan model rekayasa teknologi bangunan rumah yaitu Rumah Instan Sederhana (RISHA).
 
Dengan adanya kerja sama dengan Balitbang PUPR, Pemerintah Kabupaten Cilacap berharap rencana yang sudah disusun dapat segera direalisasikan sehingga Kampung Laut nantinya tidak terlalu tertinggal dari kampung-kampung yang lain. Kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Laut.
 
Dalam sambutan Bupati Cilacap yang diwakilkan oleh Sekretaris Daerah Sutarjo, mengatakan bahwa salah satu permasalahan yang dialami masyarakat Kampung Laut adalah sulitnya akses transportasi penghubung antar wilayah dan juga permasalahan tingginya sedimentasi di Laguna Segara Anakan.

R24/uci/det
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Sabtu, 18 November 2017 10:06 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/JEXULa0.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru